Trable Winners, Hati Robben Masih Terluka

arjen-robbenTernyata, Arjen Robben masih terluka karena diejek suporter kala gagal mencetak gol dari tendangan penalti di final Liga Champions musim lalu. Meski ia membayar kesalahan itu dengan mencetak gol penentu kemenangan Liga Champions musim ini, rasa sakit itu belum hilang.

Pada final Liga Champions musim 2011-12 di Allianz Arena (kandang Bayern) melawan Chelsea, Bayern mendapat hadiah penalti pada menit ke-95 (perpanjangan waktu). Kedudukan saat itu 1-1. Robben tampil sebagai eksekutor, tapi gagal menjaringkan bola ke gawang Chelsea. Laga pun diakhiri dengan adu penalti dan Bayern kalah. Robben pun jadi bahan olok-olok pendukungnya. Bahkan, mengawali musim ini, Robben masih sering diejek suporternya kala bermain.

Namun, pada Liga Champions musim ini di Stadion Wembley, London, Robben menjadi pahlawan. Borussia Dortmund sempat menyamakan kedudukan 1-1. Lalu, Robben mencetak gol yang memastikan Bayern menang 2-1, sekaligus juara.

Gelar itu kini ditambah dengan gelar DFB Pokal yang diraih Bayern setelah mengalahkan Stuttgart 3-2 pada laga final, Sabtu atau Minggu (2/6/2013). Sehingga, Bayern menjadi klub Jerman pertama yang meraih treble winners, karena sebelumnya juga juara Bundesliga 1.

Sukses itu dirayakan dengan suka cita oleh seluruh pemain dan staf Bayern. Meski begitu, Robben masih merasa ada yang mengganjal dalam hatinya.

“Aku tak akan pernah melupakan siulan dan ejekan suporter (di awal musim). Bagaimanapun, aku masih merasa buruk. Aku sudah memberikan segalanya buat klub ini, buat mereka (suporter),” sesalnya.

Meski begitu, ia tetap bangga bergabung dengan Bayern. Menurutnya, Bayern memiliki kekompakan dan kemampuan yang membanggakan.

“Kami memiliki tim yang hebat dan aku bangga menjadi bagian dari tim ini,” katanya.

Tentang kemenangan atas Stuttgart di final DFB Pokal, Robben mengatakan, “Ini pertandingan yang lebih mudah setelah final Liga Champions. Tapi, kukira kami memang lebih pantas menang.”