Toni Kroos jadi Bos Madrid

003555_175773_toni_kroosMADRID – Cristiano Ronaldo boleh senang karena dialah yang memborong dua gol kemenangan Real Madrid atas Sevilla di Piala Super, Rabu (13/8). Gareth Bale juga boleh bangga, dia mengangkat tropi UEFA Super Cup di rumahnya sendiri, di Cardiff, Wales.

Namun statistik pertandingan Real Madrid vs Sevilla menunjukkan ada seorang pemain yang sangat menonjol lebih dari siapapun malam itu. Dia adalah Toni Kroos. Gelandang Real Madrid yang baru didatangkan dari Bayern Muenchen ini mendominasi angka dan fakta pertandingan.

Kroos melakoni debut bersama El Real dengan sempurna. Bintang timnas Jerman di Piala Dunia 2014 itu dipercaya akan menjadi idola baru Madridista.

Pemain berusia 24 tahun itu dipasang Arsitek Madrid, Carlo Ancelotti berduet dengan Luka Modric sebagai gelandang bertahan. Namun sejatinya, Kroos dan Modric bermain bukan seperti seorang defender. Mereka bermain lebih sebagai playmaker yang bertugas ganda menjadi pemutus pertama serangan lawan. Kesimpulannya, Modric dan Kroos diplot sebagai seorang bos, nyawa dan mesin tim. Mau diarahkan kemana bola, cepat atau lambat, itu semua tergantung dari Modric atau Kroos.

Nah malam itu di puncak UEFA Super Cup, Kroos sedikit lebih bersinar, dan Modric lebih baik dalam urusan bertahan. Kroos menunjukkan permainan terbaik dari apa yang bisa dia tawarkan Kroos hampir tidak pernah kehilangan penguasaan bola, bisa mendikte permainan. “Kroos menjalankan ruang mesin Real Madrid dari hari pertama (debut),” tulis Marca, Rabu (13/8).

Kroos menyelesaikan 73 passing tanpa kesalahan, dengan jejak akurasi 95%. Mobilisasi (berlari-pergerakan) Kroos tercatat 11,7 kilometer selama 90 menit, dan hanya melakukan tiga pelanggaran. Angka berbicara, Kroos menjadi bos permainan Real Madrid. (adk/jpnn)