Tolak Ongkos Pesawat Mahal

foto; Budi Djatmiko

Pemprov Layangkan Surat
Keberatan ke Menhub

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengirimkan surat keberatan atas mahalnya harga tiket pesawat kepada Menteri Perhubungan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir Budi Djatmiko MM mengatakan, dilayangkan surat itu agar harga tiket pesawat bisa normal kembali seperti sebelumnya. Tidak seperti saat ini, ruta Bengkulu-Jakarta maupun sebaliknya sudah di angka Rp 700 ribu ke atas.

“Surat keberatan kita sudah berikan kepada Menhub. Kita ingin harga tiket bisa dievaluasi,” ujar Budi kepada BE, kemarin (23/1).

Dikatakan Budi, kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi beberapa minggu lalu sangat memberatkan masyarakat. Karena rata-rata harga tiket pesawat itu, pihak maskapai menggunakan tarif batas tengah, bukan tarif batas bawah.
“Memang secara aturan tidak menyalahi menggunakan tarif batas. Tapi itu memberatkan masyarakat ketika ingin berpergian menggunakan transportasi udara,” terangnya.

Sementara itu, tidak hanya untuk harga tiket pesawat, penerapan tarif bagasi juga dinilai memberatkan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi udara.  Meski penerapannya dilakukan di seluruh Indonesia, namun kebijakan ini bisa ditinjau kembali oleh pihak maskapai.

“Kita ingin kebijakan itu bisa ditinjau kembali,” tambah Budi.

Menurutnya, kenaikan ongkos transporasi udara sangat merugikan Bengkulu. Karena orang yang ingin berpergian ke Bengkulu juga banyak. Dengan harga tiket pesawat mahal, membuat orang berpikir ulang untuk ke Bengkulu.
“Jelas ini merugikan Bengkulu. Karena banyak orang akhirnya membatalkan niatnya datang ke Bengkulu, karena harga tiket yang cukup mahal,” tutup Budi. (151)