Tolak NKRI Bersyariah

PC PMII Rejang Lebong saat menggelar dialog kebangsaan di gedung PC NU Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (22/8) kemarin guna menyikapi munculnya NKRI bersyariah.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Menyikapi mencuatnya wacana menjadikan NKRI bersyariah, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rejang Lebong menggelar dialog kebangsaan. Dalam dialog kebangsaan yang dilaksanakan di Genung PC NU Rejang Lebong Kamis (22/8) kemarin, hadir sejumlah tokoh yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Mulai dari Ketua PC NU Rejang Lebong, Ngadri Yusro, Ketua PD Muhammadiyah Rejang Lebong, Lukman Asha, Kasat Binmas Polres Rejang Lebong Iptu Lilik Sucipto, Kasat Intel Polres Rejang Lebong, Iptu Toto Widi Hartanto dan Bati Intel Kodim 0409 Rejang Lebong Peltu Ferizon.

Dalam pemaparannya, Ketua PC NU Rejang Lebong, Ngadri Yusro menjelaskan bahwa terkait dengan mencuatnya wacana NKRI bersyariah, NU sebagai organisasi Islam terbesar di tanah air menyatakan menolak istilah NKRI bersyariah. Karena menurut Ngadri, yang ada selama ini bahkan sampai kapan pun adalah NKRI harga mati dan NKRI berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“NU secara tegas menolak wacana atau istilah NKRI bersyariah namun kita tetap berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945 dan NKRI harga mati,” tegas Ngadri.

Diakui Ngadri, dalam beberapa tahun terakhir, istilah syariah memang sedang menjadi tren, sehingga menurutnya saat ini setiap aspek kehidupan menggunakan kata syariah. Dengan trennya kata syariah tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memahami terlebih dahulu makna dari syariah itu sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa selama ini Bangsa Indonesia telah memiliki empat dasar dalam bernegara yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati. Bila seluruh masyarakat memahami dan mempedomi keempat dasar bernegara tersebut, maka menurutnya tidak akan ada istilah NKRI bersyariah.



“Dengan munculnya istilah NKRI bersyariah ini, saya berharap masyarakat khususnya masyarakat Rejang Lebong tidak mudah terpengaruh meskipun itu dibalut dengan isu agama, karena kita sudah ada aturan masing-masing baik untuk bernegara maupun beragama,” sampainya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Ketua PC NU Rejang Lebong, Ketua PD Muhammadiyah Rejang Lebong, Lukman Asha juga mengungkapkan hal yang serupa. Dimana menurut Lukman, Muhammadiyah juga menolak istilah dan wacana NKRI Syariah. Karena menurut Muhammadiyah Indonesia sudah memiliki dasar yang kuat yaitu Pancasila. “Muhammadiyah tidak sepakat dengan istilah NKRI syariah, karena kita sudah ada Pancasila dan di Pancasila itu sudah lengkap tinggal bagaimana kita memperaktekkannya lagi dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Lukman.

Selain itu, Lukman juga mengungkapkan bahwa, istilah NKRI bersyariah sendiri bisa jadi sengaja diciptakan untuk memperkeruh suasana saja. Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK melalui Kasat Intel Iptu Toto Widi Hartanto menjelaskan bahwa para pendahulu bangsa saat merumuskan dasar negara yaitu Pancasila, mereka tidak mementingkan ego semata, sehingga menurutnya semua yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia semuanya sudah ada dalam Pancasila. “Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menjalankan syariah sesuai dengan kepercayaan dan masing-masing kemudian untuk NKRI tetap harga mati,” tegas Kasat Intelkam.

Dialog kebangsaan kemarin diikuti oleh para pelajar, mahasiswa, organisasi mahasiswa, organisasi agama yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Diujung acara para peserta mendeklarasikan diri menolak NKRI bersyariah.(251/krn)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*