Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa BS Demo

demo tolak BBMKOTA MANNA, BE – Penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus disuarakan oleh kalangan mahasiswa. Kemarin di BS kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Islam Indonesia (PMII) BS menggelar demo.
Demo ini digelar di jalan raya depan Sekretariat DPRD BS sekitar pukul 09.30 WIB.  “Aksi kami ini aksi damai untuk menyuarakan aspirasi warga BS yang menolak kenaikan harga BBM, ” kata Sepran, selaku koordinator aksi.
Menurutnya, kenaikan harga BBM itu tentunya akan semakin menyengsarakan warga karena akan diikuti kenaikan harga kebutuhan lainnya. Terlebih lagi Juli mendatang sudah memasuki bulan suci Ramadhan yang tentunya akan semakin menjadikan posisi warga miskin semakin sulit. “Harapan kami aspirasi ini dapat didengar oleh pihak eksekutif dan legislatif BS untuk kemudian disampaikan pada pemerintah pusat, agar harga BBM tidak naik,”  harap Sepran.
Sementara itu Wakil Ketua I DPRD BS, Gustian Armadi mengatakan, selama ini warga BS sudah terbiasa membeli harga BBM Rp 7 ribu atau Rp 8 ribu/liter. Jadi adanya kenaikan BBM itu tidak begitu berpengaruh.
Selama ini BBM subsidi di SPBU terlalu cepat habis dan wargapun tidak sempat membeli karena pada umumnya pengantri BBM di SPBU dari kalangan pengecer. “Kalau saya perhatikan, mau naik ataupun tidak naik harga BBM, tidak terlalu berpengaruh bagi warga BS. Selama ini mereka sudah terbiasa membeli BBM dengan harga diatas Rp 6 ribu. Sebenarnya yang terpenting jumlah pasokan BBM yang harus diperbanyak lagi di SPBU sehingga warga dapat membeli BBM dengan harga murah,” ujar anggota DPRD yang pernah merantau ke “Negeri Sakura” Jepang ini.(369)