Tol Lubuk Linggau-Bengkulu Dibangun

EKO/Bengkulu Ekspress  RAPAT: Pemprov Bengkulu bersama Satker PJN Bengkulu menggelar rapat bersama dalam pembahasan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau
EKO/Bengkulu Ekspress RAPAT: Pemprov Bengkulu bersama Satker PJN Bengkulu menggelar rapat bersama dalam pembahasan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau

 

 

Masuk Program PSN, Dibiayai APBN Rp 6 T

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Provinsi Bengkulu sudah masuk dalam program pembangunan strategis nasional (PSN). Salah satunya, pembangunan jalan tol Pulau Baai Bengkulu menuju Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Tak tanggung-tanggung, pemerintahan Presiden Jokowi telah menyiapkan anggaran Rp 6 triliun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) untuk dikucurkan membiayai pembangunan jalan tol tersebut. Targetnya, tahun 2018 mendatang sudah mulai dilakukan tahapan fisik pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau.

Jalan-tol-lubuk-linggau

“Anggaran pembangunan Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun, sekarang masih dalam pembahasan,” terang Asisten II Setdaprov Bengkulu, Drs Ari Narsyah JS kepada Bengkulu Ekspress, usai menggelar rapat bersama pembangunan jalan tol di ruang rapat Rafflesia Pemprov Bengkulu, kemarin (24/10).

Dijelaskannya, pembangunan jalan tol ini rutenya, dari Lubuk Linggau menuju Curup, kemudian ke Kepahiang lalu menuju Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu. Jalan yang akan dibangun cukup panjang, sampai 140 kilometer.

Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) sedang menentukan titik lokasi mana saja yang akan dilalui dalam pembangunan jalan tol pertama di Bengkulu ini. “Masih menentukan titik pekerjaannya, dimana saja dan titik nolnya darimana,” ungkapnya.

Proses pembangunan jalan tol ini memang masih panjang. Selain menentukan titik pembangunan, proses izin pemakaian kawasan hutan lindung juga harus dipenuhi. Termasuk, proses pembebasan lahan juga harus dilakukan dan analisis dampak lingkungan (amdal).

“Sekarang kita lakukan sinkronisasi dulu, apa saja yang harus dilakukan dan diselesaikan dalam waktu dekat,” tembah Ari.

Ketika pembangunan jalan ton ini selesai, tentu untuk memasukan kawasan jalan ton ini akan dikenakan biaya. Namun demikian, masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih, mau menggunakan jalan tol atau jalan umum seperti yang ada saat ini. “Ya tentu bayar. Kita berikan kebebasan. Karena tidak bisa dipungkiri kebutuhaan jalan yang layak sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) I Bengkulu, Endro Kusumo Joyo ST MT mengatakan proses pembangunan jalan ton ini masih tahap proses perizinan. Seperti Amdal juga harus terpenuhi secepatnya, sehingga pembangnan jalan dapat segera dilakukan. “Semau izinnya kita lengkapi dulu. Kalau sudah baru bisa kita mulai,” terang Endro.

Program pembangunan sesuai dengan kebijakan presiden itu akan terus digenjot. Untuk itu nantinya masyarakat diminta untuk sama-sama berkerjasama. Khususnya dalam penyelesaian pembebasan lahan.

“2018 proses Amdal, ketika titik pembangunan selesai tahun ini. Jadi bisa secepatnya kita laksanakan,” pungkasnya. (151)