Tol Bengkulu Percepat Konektivitas Ekonomi Sumatera

Mampu Memperkuat Akses Ekspor -Impor

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam mendongkrak ekonomi pulau Sumatera. Letak giogratis yang berada di berat Pulau Sumatera itu, mempu memperkuat akses ekspor-impor langsung ke negara tetangga. Terlebih di pemerintahaan Presiden Joko Widodo, Bengkulu masuk dalam program strategis nasional (PSN) pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bengkulu ke Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah, sangat menyakini, potensi penggerak ekonomi Sumatera itu ada di Provinsi Bengkulu. Karena Bengkulu, memiliki pelabuhaan besar Pulau Baai yang berhadapan langsung ke Sumudera Hindia. Telabuhan itu terakses ke rencana pembangunan jalan tol yang nantinya terhubung langsung ke jalan tol trans Sumatera. “Jalan tol pertama di Bengkulu ini akan mampu mendongkrak ekonomi sumatera,” terang Rohidin kepada BE, Selasa (4/2).

Diterangkannya, hadirnya jalan tol itu nantinya akan mempercepat konektifitas perputaran ekonomi. Jika sebelumnya, dari Sumatera Selatan (Sumsel) ke Bengkulu membutuhkan waktu lebih dari 6 jam, maka ketika tol Bengkulu-Sumsel itu resmi beroperasi, jarak tembuh itu akan terpangkas dengan memakan waktu sekitar 1 jam sampai Bengkulu, begitupun sebaliknya. “Truk-truk besar membawa logisitik, maupun hasil bumi, tidak perlu lagi memakan waktu lama, untuk sampai ke pelabuhaan. Artinya, beban biaya transportasi akan semakin bisa diperhema,” tambahnya.

Jika semua hal tersebut direalisasikan, Bengkulu juga akan mempu menjadi beranda pengendali inflasi di wilayah Sumatera. Sebab, bisa memotong rantai distribusi logistik. Karena bisa mengkonektivitaskan jalur logistik pada kawasan tengah. “Sisi ekonomi seperti ini perlu dimunculkan. Karena sekarang ini bukan lagi dalam persaingan, tapi era kaloborasi. Bengkulu memiliki potensi itu,” ujarnya.

 

Rohidin menjelaskan, posisi Bengkulu terkurung dengan hutan lindung Bukit Barisan dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Secara geografis, letak Bengkulu menjadi strategis lantaran berbatasan dengan 4 provinsi yakni Lampung Jambi Sumbar dan Sumsel.

“Posisi ini sangat strategis ketika konektivitasnya dibuka. Apalagi kita (Bengkulu.red) memiliki pelabuhan di mulut samudera yakni Pelabuhan Pulau Baai. Jelas potensial menjadi jalur logistik alternatif, mengingat jalur Selat Malaka semakin padat,” papar Rohidin.

Panjang Tol 17,5 Kilometer

Konektivitas darat, dan pengembangan Pelabuhan laut juga udara, dikatakan Rohidin bukan hanya berdampak positif untuk Bengkulu saja. Diceritakan, hasil kajian bersama Bank Indonesia, outlook peningkatan ekonomi ketika tol laut sisi barat Sumatera terkoneksi, tol trans sumatera tersambung, sumbangsih peningkatan ekonomi bisa mencapai 0,7. “Hasil Rakor Gubernur Se-Sumatera tahun 2019 kemarin kami merekomendasikan konektivitas tersebut,” ungkapnya.

Dalam pembangunan jalan tol tahap pertama Betungan Kota Bengkulu-Taba Penanjung Bengkulu Tengah itu dengan panjang 17,5 kilometer. PT Hutama Karya (HK) menjadi pelaksana pembangunan yang ditargetkan rampung pada tahun 2021 mendatang. Ketika telah selesai, maka proses pembangunan jalan tol itu berlanjut Taba Penajung ke Kepahing dengan melintasi bukit barisan. Terakhir, pembangunan jalan tol itu akan terhubung dan Kepahing ke Lubuk Linggau. Targetnya, 2023 jalan tol Bengkulu yang terhubung ke Tol Trans Sumatera sudah bisa direalisasikan.

“Semua proses sudah siap. Pembebasan lahan telah dimulai. Pembangunan gerbang sudah mulai dilakukan. Tinggal lagi memulai pembangunan ruas jalan,” beber Rohidin.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo, dalam setiap kali kesempatan, selalu menegaskan, pembangunan jalan tol sebagai cara melakukan konektivitas antara kawasan infrastruktur dengan kawasan pariwisata, kawasan sentra industri kecil, dan kawasan ekonomi lainnya.

“Konektifitas infrastruktur itu akan menciptakan efisiensi,” terang Jokowi.

Presiden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional juga ditentukan oleh laju pertumbuhan ekonomi di daerah. Oleh karena itu hadirnya jala tol akan mampu mempercepat pembangunan daerah. Tentunya nanti akan berkontribusi signifikan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita tahu bahwa kita memerlukan dorongan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” tutupnya. (151/Diskominfotik)