Tol Bengkulu-Linggau Paling Menantang

IST/Bengkulu EkspressGubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA didampingi Manager Proyek Divisi Tol PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo saat rapat bersama PT TLB di Kantor Gubernur, kemarin (24/6).

Lewati Terowongan 7 Km, dan Jembatan Ketinggian Pilar 45-90 Meter

BENGKULU, Bengkulu Ekspress -Pembangunan jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau akan menjadi jalan tol dengan kostruksi paling menantang. Sebab, pembangunan jalan tol sepanjang 95,8 kilometer (Km) ini disertai pembangunan terowongan sepanjang 7 km menembus Bukit Barisan. Selain itu, Hutama Karya juga harus membangun jembatan bentang panjang di atas lembah dengan ketinggian pilar mencapai 45-90 meter. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulisnya kepada media tidak lama ini.

“Target rampung Maret 2021, saya minta adalah target terlama, artinya saya harapkan bisa lebih cepat dari Maret 2021,” kata Basuki.

Ruas tol Lubuklinggau – Curup – Bengkulu menjadi bagian koridor pendukung tol Palembang-Bengkulu sepanjang 351,5 km. Tol ini terdiri dari tiga seksi yaitu Taba Penanjung – Bengkulu (17,6 km), Kepahiang – Taba Penanjung (23,7 km), dan Lubuklinggau – Kepahiang (54,4 km). Seksi I inilah yang diharapkan bisa segera beroperasi.Menteri Basuki mengatakan, pembangunan tol tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tertinggal dibandingkan provinsi-provinsi lain di Sumatera.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mempersiapkan surat keputusan (SK) penentuan lokasi (Pemlok).¬† Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, target penerbitan SK Penlok akan dilakukan pada Agustus mendatang serentak dengan peletakan batu pertama. Sementara saat ini prosesnya masih menunggu penerbitan SK Penlok selesai. “Kalau SK Penlok sudah dikeluarkan barulah nanti selanjutnya ganti untung dapat kita lakukan,” kata Rohidin, usai melaksanakan rapat, kemarin (24/6).

Ia mengaku, untuk biaya ganti rugi pemindahan menara sutet Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) sendiri nantinya akan ditanggungjawabkan oleh pihak PT Hutama Karya (HK). Termasuk juga untuk 5 perusahaan lainnya yang sebelumnya terkena dampak pembangunan jalan tol ini. “Untuk biaya pemindahan sutet termasuk juga ganti rugi perusahaan nanti akan ditanggungkawabkan oleh pihak HK,” ujarnya.



Disisi lain, Rohidin menyebutkan, kemungkinan Presiden RI akan datang langsung untuk peletakan batu pertama Tol tersebut nanti. Dimana terkait dengan kehadiran tersebut hingga saat ini masih dikoordinasikan kepada pemerintah pusat.”Mungkin nanti yang datang presiden atau bisa saja wakil atau yang setidaknya mewakili presiden, ini masih kita koordinasikan,” tutupnya.

Sementara itu, Manager Proyek Divisi Tol PT Hutama Karya (HK), Hasan Turcahyo mengaku, untuk permasalahan dengan PT Agri Andalas dan PT TLB semuanya sudah clear. Dimana dari hasil pertemuan dengan pihak PT TLB, Ia mengaku pihak TLB sudah bersedia untuk menyelesaikan semua permasalahan dan setuju pembangunan jalan tol tersebut dilanjutkan. “Baik dengan PT Agri Andalas, termasuk juga dengan pihak PT TLB terkait dengan keberadaan sutet itu, semuanya sudah selesai,” ungkap Hasan.

Sedangkan dari lahan milik masyarakatnya sendiri Hasan mengatakan bahwa semuanya sudah tidak ada masalah lagi. Tinggal lagi nanti jika SK Penlok sudah keluar maka tahap selankutnya penghitungan nilai kerugian dan juga pembayaran ganti untung selankutnya akan dilaksanakan oleh BPN Provinsi Bengkulu. “Jika pelaksanaan ganti untung sudah selesai, barulah selanjutnya kita mulai bisa bekerja,” tutupnya.(999)