Tokoh Masyarakat Tolak Sampah Dari Kota

PONDOK KUBANG, BE – Rencana Pemkot Bengkulu dalam hal ini Dinas Pertamanan dan Kebersihan menjadikan Desa Anyar sebagai lokasi tempat pembuangan akhir sampah (TPA)  mendapat penolakan. Warga Desa Anyar tidak mau desanya menjadi penampungan sampah dari Kota Bengkulu.

Penolakan ini disampaikan Tokoh Masyarakat Desa Anyar, R Hardiyan,Tokoh masyarakat Desa Anyar, R Hardiyan,”Kami menolak TPA yang digagas oleh pemerintah. Terlebih warga belum dilibatkan menyeluruh. Sosialisasi sangat minim,  bahkan  banyak masyarakat tidak tahu kalau desanya dijadikan TPA.”

Bila Desa Anyar dijadikan TPA artinya setiap hari bakal masuk sampah dalam jumlah banyak ke desa ini. Mungkin jumlahnya mencapai ribuan kubik. Hal ini bisa berdampak buruk bagi masyarakat. Bisa menimbulkan bau tak sedap, sampah bahkan bisa menimbulkan penyakit. Sebelum TPA ditetapkan semestinya pihak terkait memastikan dulu pengelolaan sampah nantinya dilakukan dengan baik. Sehingga tidak merugikan masyarakat. Bila pemungsian TPA dilakukan tanpa sosialisasi masyarakat dikhawatirkan terjadi konflik.

“Jangan sampai masyarakat yang jadi korban, apalagi masyarkat sekitar nantinya tidak diberdayakan.  Kalau seperti ini kami  menolak tegas hadirnya TPA untuk Kota Bengkulu,” tegasnya.

Seperti diketahui TPA Kota Bengkulu di Air Sebakul sudah tidak mampu lagi menampung sampah. Lima tahun kedepan diperkirakan TPA disana tak bisa digunakan lagi. Sehingga Pemkot Bengkulu mencari TPA baru. Dari survei yang dilakukan Pemkot melirik Desa Anyar di Benteng sebagai tempat TPA yang baru.
Pembangunan TPA di Desa Anyar tersebut, masih menunggu MoU antara Pemprov, Pemkot, dan Pemkab Benteng. TPA  bakal menggunakan lahan seluas 5 Ha. Pengelolaan TPA ini nantinya dijanjikan menggunakan peralatan modern dan dijadikan daerah percontohan pengolahan sampah. (160)