Toke Portal Jalan ke PT K3 Ketahun

IST/BE
Pihak toke kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) melakukan aksi pemortalan jalan menuju ke PT K3 Ketahun, kemarin (29/6).

KETAHUN, Bengkuluekspress.com – Puluhan para toke kelapa sawit yang memasukkan tandan buah segar (TBS) ke CV Karya Utama yang merupakan supplier PT K3 Ketahun melakukan pemortalan jalan menuju ke CV Karya Utama dan PT K3 Ketahun, kemarin (29/6).

Aksi tersebut sebagai bentuk kekesalan mereka lantaran apa yang telah disepekati dalam mediasi di kantor Kecamatan Ketahun tak kunjung ada penyelesaian.

Salah seorang toke sawit, Toni yang dikonfirmasi awak media mengakui, bahwa pihaknya bersama dengan rekan-rekan lainnya sepakat melakukan pemortalan jalan.

Lantaran apa yang telah disepakati dalam mediasi di kecamatan belum juga terealisasi. Sehingga dirinya bersama para toke lainnya melakukan pemortalan jalan menuju ke PT K3 Ketahun.

“Ya, kita lakukan pemortalan ini lantaran tidak ada realisasinya, padahal sebelumnya sudah dilakukan mediasi di kecamatan tapi hingga saat ini belum juga diselesaikan maka itu kami lakukan hal ini,” kata Toni.

Namun dalam hal ini, sambung Toni, pihaknya mendapatkan edukasi yang jelas dari pihak PT K3 Ketahun, apa yang dilakukan ini salah alamat. Kendati demikian, apa yang dilakukan oleh para toke ini sangat jelas.

Sebabdirektur CV Karya Utama ini merupakan adik kandung dari pemilik PT K3 Ketahun. Sehingga apa yang dilakukan oleh para toke ini, meminta agar pihak PT K3 Ketahun memfasilitasi agar uang para toke ini segera dibayarkan.

“Kami tidak banyak meminta pak, pemilik PT K3 Ketahun ini kakak dari direktur CV Karya Utama, yang disebut-sebut masih menahan uang para toke. Sehingga apa yang kami lakukan ini semata-mata bukan untuk mempersulit atau merugikan pihak PT K3 Ketahun, melainkan meminta perhatian pihak PT K3 Ketahun atau pemiliknya agar membantu memfasilitasi, segera membayarkan uang kami. Karena ini merupakan dua perusahaan keluarga, kakak pemilik perusahaan perkebunan, sang adik menjadi perusahaan mitra. Itu aja harapan kami,” ungkapnya.

Data terhimpun aksi pemortalan jalan menunju ke PT K3 Ketahun terhadap puluhan toke serta para petani lainnya yang ingin memasukkan TBS sawit menjadi terhambat.

Namun dari pihak PT K3 Ketahun menyampaikan, apa yang dilakukan oleh para toke dengan melakukan pemortalan jalan ini dinilai salah alamat.

Pasalnya, uang toke sepenuhnya bukan tidak dibayarkan oleh PT K3 Ketahun, melainkan pihak PT K3 Ketahun telah menyalurkan seluruh uang tunggakan DO para toke ini ke pihak CV Karya Utama. Sehingga semestinya masalah ini sudah antara CV Karya Utama dengan para toke.

“Kita sudah mediasi, perwakilan 4 orang dari para toke, kami sudah menjelaskan dan menegaskan buka usaha disini bukan sebentar, kami mau usaha disini mungkin mau 10 sampai 20 tahun lagi kedepan, dan kami butuh semuanya. Sejauh ini, hubungan kita baik-baik saja dan sudah berjalan 3 tahun sejak managemen perusahaan lama. Untuk kejadian ini, kita sudah mediasi di kecamatan. Kami dengan CV Karya Utama itu adalah mitra kerja, dan kami sudah membayarkan semua uang tagihan yang ditagihkan oleh CV Karya Utama berdasarkan DO kawan kawan toke,” kata salah seorang perwakilan PT K3 Ketahun, Rizki.

Dirinya pun menilai, para toke salah melakukan pemortalan jalan terhadap jalan masuk PT K3 Ketahun. Karena ini jelas yang akan dirugikan smeua pihak. Mengingat PT K3 Ketahun yang menjadi korban, pihak PT K3 Ketahun akan meminta pihak penegak hukum dalam mengusut kasus ini sesegera mungkin menunjukkan hasil.

Mengingat, yang saat ini juga menjadi korban para toke sawit. Pihaknya, memastikan akan kooperatif menjalani pemeriksaan oleh penegak hukum dan sudah sejatinya sama sama agar mempercayakan proses hukum ini kepada polisi.

“Namun sejauh ini, hingga saat ini kita masih menunggu proses yang dilakukan pihak kepolisian. Yang mana, hingga saat ini ER bendahara CV Karya Utama yang merupakan selaku juru bayar, belum juga ditetapkan tersangka. Dan kami harap, kita sama sama bersabar.

Kami, berjanji akan memfasilitasi kasus ini. Kami akan dukung pihak polisi, dan saya memastikan ER sudah membuat pernyataan dan mengakui kesalahannya yang ditandatangani di atas materai, jadi tolong bersabar,” terang Rizki

Sementara itu, Kapolres BU, AKBP Anton Setyo Hartanto SIK MH melalui Kapolsek Ketahun, IPTU Teguh Ari Aji SIK membenarkan bahwa para toke melakukan aksi unjuk rasa dengan melakukan pemortalan jalan.

Aksi ini berjalan damai dan kondusif, dan sesudah adanya edukasi dari pihak PT K3 Ketahun dengan jalan mediasi, pemortalan dihentikan dan menunggu proses hukum yang saat ini tengah dilakukan oleh pihak Polres BU atas laporan pihak CV KU yang belum membayarkan uang para toke.

“Benar mas, memang ada aksi unjuk rasa, alhamdulillah aksi ini berjalan damai dan kondusif, dan telah dilaksanakan mediasi serta pemortalan dihentikan,” tukasnya. (127)