Toke Karet Dirampok, Rp 300 Juta Lenyap

Masyarakat Dharmasraya kem¬bali resah. Seorang toke ka¬ret ditembak perampok tiga kali, setelah berusaha mem¬pe¬r¬ta¬hankan tasnya yang berisi uang Rp 300 juta. Korban adalah Mendi Sutrianto, 38, warga Blok C Jorong Batas Minang, Sitiung III, Sungairumbai. Ia terkena tem¬bakan di dada dan perut ka¬nan, serta perut kiri. Sedang¬kan satu tembakan lagi melen¬ceng sehingga tak menge¬nai korban. Korban masih ter¬selamatkan dan dilarikan ke RSUD Sungaidaerah, sebelum ak¬hirnya dirujuk ke RSUP M Dja¬mil Padang.

Kapolres Dhar¬masraya, AKBP Chai¬rul Aziz mengatakan, keja¬dian be¬r¬awal ketika korban me¬ngam¬¬bil uang Rp 300 juta di Bank Mandiri Cabang Sungai¬rum¬bai sekitar pukul 08.15. Uang itu disimpan dalam tas de¬ngan mengendarai mobil Kijang LGX nopol BA 1710 V warna hijau tua miliknya, menuju rumahnya berjarak 1,5 km.

Sekitar 500 meter dari ru¬mah¬¬nya, tepatnya di Jalan Poros Ba¬t¬as Minang Blok C Sitiung III, Ke¬nagarian Kurnia Selatan, tiba-tiba mobilnya dihadang dua orang tak dikenal dengan motor Su¬¬pra warna merah yang nomor po¬lisinya tidak diketahui. Kor¬ban pun terpaksa meng¬hentikan mo¬bilnya. Belum hilang rasa ter¬ke¬jut korban, tiba-tiba salah se¬orang perampok langsung mem¬¬¬buka pintu depan mobil dan me¬minta korban me¬nyer¬a¬h¬kan tas berisi uang tadi.

Korban menolak permin¬taan perampok sehingga terjadi tarik-menarik tas. Kesal melihat kor¬ban melawan, perampok sa¬tu¬nya lagi langsung me¬nembak kor¬ban sebanyak tiga kali ke arah pe¬r¬ut dan dada. Satu tembakan lagi melenceng. Toke karet pun ter¬kapar. Berhasil menggasak tas korban, kedua perampok lang¬sung kabur meninggalkan korban begitu saja.

Dengan sisa-sisa tenaga, Mendi berusaha meninggalkan lo¬k¬asi kejadian menuju rumah¬nya. Sesampai di rumah, Mendi lang¬sung dibawa keluarganya ke Pus¬k¬esmas Sungairumbai. Kare¬na terluka parah, Mendi dirujuk ke RSUD Sungaidareh sebelum ak¬hirnya dirujuk ke RSUP M Dja¬mil Padang.

Sudir, 28, anak korban, meng¬ung¬¬k¬ap kawanan perampok itu memakai kaos abu-abu dan hi¬tam, serta badan tinggi besar.

Seorang saksi mata di tem¬pat kejadian peristiwa (TKP), me¬ngaku mendengar suara le¬tu¬san senjata api. “Kami tak bisa ber¬buat apa-apa, khawatir turut ter¬kena tembakan,” kata saksi yang enggan ditulis namanya.

Polres Dharmasraya sudah ber¬koordinasi dengan Polres Bu¬ngo untuk memburu bandit ja¬lanan tersebut. “Kita prediksi me¬reka lari ke arah Bungo, me¬ngi¬ngat TKP berbatasan lang¬sung dengan Kabupaten Bungo, Pro¬vinsi Jambi. Sebanyak 15 ang¬gota Polres dan Polsek Su¬ngai¬rumbai terus melakukan pe-nyelidikan,” Chairul Aziz.

Kepala Jorong Bu¬kitber¬bu¬nga, Nagari Su¬ngai¬rumbai Ti¬mur, Joni Effendi me¬nya¬yang¬kan terus berulangnya aksi pe¬ram¬pokan bersenjata api di dae¬r¬ahnya. Apalagi, kasus seru¬pa hin¬g¬ga kini belum berhasil di¬ung¬¬kap polisi. Joni berharap, po¬lisi bekerja keras menangkap pe¬rampok yang telah meresahkan mas¬yarakatnya. “Kalau tidak ber¬hasil ditangkap, masyarakat akan tetap dihantui ketakutan. Apalagi perampok itu rata-rata memakai senjata api,” harapnya.

Mendi tiba di RSUP M Dja¬mil Padang sekitar pukul 15.00. Se¬lain petugas kesehatan, dia di¬dampingi oleh istrinya Suya¬n¬ti, anak¬nya Sudir, dan adiknya Su¬ke¬mi di Instalasi Gawat D¬ar¬urat. Pan¬¬tauan Padang Ekspres, se¬buah lubang bundar di dada¬nya dibalut dengan perban yang sudah merah karena darah. Kata Sudir, ada tiga lobang di dada dan punggung toke karet itu.

“Tim dokter sedang mengu¬pa¬¬yakan untuk menge¬luarkan dua proyektil peluru masih ber¬s¬a¬rang di tubuh korban, di rua¬ngan OK (Operation Kimers) RSUP M Djamil,” kata, Kepala Hu¬mas dan Pengaduan Masy¬a-rakat RSUP M Djamil Padang, Rita Prima Putri. (padang ekspress/jpnn)