Taman Nasional Kerinci Sebelat Sediakan Sarana Edukasi

ist, Kegiatan Edukasi TNKS
CURUP, BE – Dalam mendukung pelestarian hutan di Rejang Lebong khususnya di kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Mulai saat ini pihak TNKS menyediakan sarana edukasi disalah satu kawasan TNKS yang ada di Rejang Lebong.

Menurut Yati Kurniati salah satu petugas Pelindung Ekosistem Hutan (PEH) TNKS, sarana edukasi yang mereka sediakan tersebut berada di Zona Pemanfaatan TNKS Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya.

“Dimana edukasi di kawasan tersebut kita rancang sedemikian rupa sehingga bisa menyenangkan dengan hutan sebagai objek dan menempatkan pelajar sebagai subjek, diharapkan mampu membangun peradigma positif pelajar terhadap hutan,” jelas Yati.

Menurut Yati, dengan disediakan sarana tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa  cinta dan kepedulian terhadap keberadaan hutan. Selain itu pihaknya juga ingin menanamkan nilai-nilai tersebut pada generasi penerus bangsa dengan berbagai cara.

“Penyediaan kawasan edukasi ini juga merupakan salah satu cara pendekatan prevensi yang kita lakukan terhadap kalangan pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi,” jelas Yati.

Sedangkan untuk metode yang mereka gunakan adalah dengan sistem door to door ke beberapa sekolah yang ada di Rejang Lebong. Dimana dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk visit to school dan pendidikan alam hutan madapi. Menurut Yati, sejauh ini kegiatan tersebut sudah mereka lakukan terhadap enam sekolah di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang kami nilai ampuh dalam menjaga kelestarian alam, karena kita sudah mengajarkan konservasi hutan sejak dini,” papar Yasi

Akan tetapi menurut Yati perlu dilakukan pengulangan agar kecintaan terhadap alam tumbuh subur pada pemikiran pelajar. Lebih jauh, supaya penyampaian informasi tidak terputus, penempatan pendidikan konservasi dalam bentuk muatan lokal di sekolah merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan untuk menahan laju kerusakan bumi.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menjelaskan, apa yang dilakukan pihak TNKS tersebut merupakan salah satu bentuk dari realisasi hasil Konferensi perubahan iklim di negara menara Eiffel Perancis beberapa waktu lalu. Dimana salah satu hasil dari Konfrensi tersebut adaah negara-negara akan bersama-sama menjaga kenaikan suhu bumi maksimal 2 derajat yang diberlakukan pasca 2020.

Terkait dengan suhu bumi sendiri, Menurut Yasi Indonesia masuk 10 besar negara penyumbang oksigen di bumu karena memiliki hutan dengan luas mencapai 884.950 km2. Hanya saja disisi lain Indonesia merupakan negara yang memproduksi gas emisi rumah kaca ketiga terbesar di dunia, setelah Tiongkok dan AS dengan 85% emisi berasal dari kerusakan dan berkurangnya jumlah luas hutan.(251)