TNI/POLRI Dilarang Gunakan Gas 3 Kg

sosialisasi gas LPG
ASRI/BE
SOSIALISASI: Kasat Reskrim Polres BS dan pihak Koperindag dan Pertamina saat sosialisasi penggunaan gas LPG 3 kg di waterpark BS, Selasa (28/11).

KOTA MANNA, BENGKULU EKSPRESS – Jika sebelumnya aparatur sipil Negara (ASN) atau biasa disebut pegawai negeri sipil (PNS) yang dilarang menggunakan gas LPG 3 Kg, saat ini giliran TNI/POLRI juga dilarang menggunakan gas 3 Kg. “Tidak hanya pegawai negeri, TNI/POLRI juga tidak boleh menggunakan gas 3 Kg,” kata Kasat Reskrim Polres BS, Iptu Ahmad Khairuman SE, saat sosialisasi gas elpiji di aula waterpark, Kota Manna, Selasa (28/11).

Menurut Ahmad, adanya larangan tersebut lantaran selama ini pemakaian gas LPG 3 Kg meningkat. Sedangkan pemakaian gas elpiji 12 kg menurun hingga 50 persen. Hal ini mengakibatkan terjadinya kelangkaan tabung gas 3 Kg. Oleh karena itu, para PNS, TNI/POLRI dan rumah makan dilarang menggunakan tabung gas 3 Kg. Sebab diduga banyak PNS, TNI/POLRI yang beralih ke tabung gas 3 Kg, menyebabkan kelangkaan gas 3 Kg. Hingga akhirnya harganya melonjak tajam. Hal ini menyebabkan warga miskin kesulitan mendapatkan gas 3 Kg. “Gas 3 Kg khusus untuk warga miskin,” ujarnya.

Oleh karena itu, dengan adanya aturan atau larangan tersebut, ke depan pihaknya bersama instansi terkait akan menggelar razia ke rumah-rumah PNS, TNI/POLRI. Sehingga jika ada yang masih menggunakan tabung gas 3 Kg akan ditarik dan diberikan peringatan.“Nanti kita akan awasi jangan sampai penggunaan gas 3 Kg tidak tepat sasaran,” ujar Ahmad.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perindagkop dan UKM BS, Agus Setiawan, SSos mengatakan, terjadinya kelangkaan gas 3 Kg ini lantaran saat ini banyak pengguna gas 12 Kg yang beralih ke gas 3 Kg. Oleh karena itu, pada 26 Oktober 2017 lalu, Pemda BS membuat aturan larangan PNS dan warung makan menggunakan gas 3 Kg. “Kami sangat berharap aturan ini dapat diindahkan warga BS khususnya yang sudah mampu,” ujar Agus.

Dirinya juga mengimbau warga BS yang sudah mampu tidak lagi menggunakan tabung gas 3 Kg. Kemudian jika selama ini sudah menggunakan tabung gas LPG 3 Kg agar segera beralih ke 5,5 kg dan 12 kg. Sehingga warga miskin tidak kesulitan mendapatkan gas LPG. “Bisa jadi kuota selama ini masih kurang, sedangkan warga terus bertambah, kami juga berharap ada penambahan kuota gas LPG 3 kg di BS,” harap Agus. (369)