TNI Pastikan Tak Berpihak

RIO-COFFEE MORNING KOREM (2)
RIO/Bengkulu Ekspress
SILATURAHMI: Kepala Staf Korem/041 Gamas Bengkulu, Letkol Arh M Fatkhurahman mewakili Danrem 041 Gamas menggelar Coffee Morning bersama awak media, Senin (27/8).

Hadapi Pemilu 2019

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Penghadapi Pemilihaan Umum (Pemilu), baik Pemilihaan Presiden (Pilpres) maupun pemilihaan legislatif (Pileg) 2019 mendatang, Tentara Negara Indonesia (TNI) dituntut untuk menjaga netralitas.  Kepala Staf Korem (Kasrem) 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf M Fatkhurrahman mengatakan, sebagai anggota TNI maka wajib memegang teguh netralitas. Aturan itu sudah tegas dan jelas serta wajib dipatuhi oleh semua anggota TNI di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu.

“Kita tetap memegang teguh netralitas,” ujar Fatkhur kepada Bengkulu Ekspress usai menggelar Coffe Morning bersama awak media di Balai Prajurit Makorem 041/Gamas Bengkulu, kemarin (27/8).

Memegang teguh netralitas itu agar bangsa Indonesia tetap kondusif meskipun sedang menghadapi Pemilu. Ketika kondusif itu telah terbentuk, maka negara akan aman tanpa ada gangguan apapun.

Untuk itu, peran TNI sangat penting berada di tengah-tengah masyarakat, tanpa terlibat politik praktis yang mampu memecah belah persatuan masyarakat. “Buku panduan maupun aturan-aturan dari atas sudah jelas, kita harus netral,” tambahnya.

Tidak hanya TNI, Fatkhur juga meminta pers juga bisa tetap memegang independensi. Sebab, peran pers sangat penting dalam menjaga stabilitas publik. Sehingga daerah bisa aman dan tetap kondusif.

“Saya pikir pers punya aturan sendiri dan independensi itu menjadi peganggan penting,” papar Fatkhur.

Dijelaskannya, pers memang memiliki peran besar dalam sistem demokrasi. Sebab, pers tidak hanya media informasi maupun hiburan, tapi memiliki ruang edukasi dan penyaluran pendapat di muka umum. Untuk itu tugas wartawan sangat berat, selain melakukan pengawasan, wartawan juga dituntut untuk mengedepankan keadilan dalam sebuah tulisan.

“Untuk itu, independensi memang sangat penting untuk wartawan,” ungkapnya. Menurut Fatkhur, hebatnya daerah, hebatnya institusi kalau tidak didukung oleh peran pers, maka akan menjadi sia-sia. Karena tanpa dipublikasikan kepada masyarakat melalui media, maka masyarakat tidak akan mengetahuinya.

“Kami sangat apresiasi. Karena hubungan kami (TNI) dengan media cukup bagus dan kami minta ini tetap dipertahankan,” tandas Fatkhur. (151)