TMS, CPNS Kejaksaan Datangi Kejati Bengkulu

Perwakilan CPNS Kejaksaan bertemu dengan sejumlah pejabat Kejati Bengkulu, Senin (2/10).

BENGKULU, BE – Sejumlah pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan mendatangi Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, mempertanyakan hasil tes kesehatan, sekaligus meminta surat rekomendasi untuk mengambil berkas tes kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (2/10).

“Kami ingin meminta surat rekomendasi, agar bisa ambil berkas tes kesehatan di RS Bhayangkara. Kami ingin tahu dinyatakan tidak sehat itu poin dari manannya,” jelas salah satu peserta tes CPNS, Danang.

Menurut mereka, saat melakukan tes kesehatan tidak ada kendala dan mereka yakin memenuhi syarat. Sementara saat keluar hasilnya mereka dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) 1. Setidaknya ada 203 CPNS yang dinyatakan TMS 1 tes kesehatan, terdiri dari 134 formasi pengawal tahanan, 44 formasi pengemudi mobil tahanan, 24 formasi jaksa dan 1 formasi jaksa lulusan terbaik.

Lebih lanjut Danang menjelaskan, selain meminta surat rekomendasi dari kejati untuk mengambil hasil tes kesehatan. Rombongan CPNS yang tidak lolos juga mempertanyakan aturan dari panitia seleksi nasional. Saat awal pengumuman CPNS beberapa waktu lalu tidak ada disebutkan aturan TMS 1. Sementara saat keluar pengumuman tes kesehatan, TMS 1 muncul. Hal tersebut membuat peserta yang tidak lolos bingung. Kenapa hal tersebut bisa terjadi dan tidak ada pemberitahuan dari panitia.

Terkait dengan tes kesehatan tidak ada nilai dicantumkan, hanya dituliskan TMS dan memenuhi syarat.

“Tidak ada skala nilai, hanya dijelaskan TMS dan memenuhi syarat. Aturan TMS 1 baru dikeluarkan, dari wal belum ada pengumuman tersebut,” imbuhnya.

Disisi lain salah satu peserta CPNS juga membenarkan jika ada dugaan peserta tidak hadir dalam SKB tetapi nilainya keluar. Sementara, 203 orang yang semuanya mengikuti SKB dinyatakan TMS 1 tes kesehatan.

“Ada memang, peserta yang tidak datang SKB, tetapi nilainya keluar. Dari mana panitia memberikan nilai padahal pesertanya saja tidak datang. Sementara kami yang mengikuti seluruh tahapan malah dinyatakan nol,” ujar salah satu peserta CPNS.

Perwakilan dari CPNS kejaksaan yang mempertanyakan hasil tes kesehatan tersebut kemudian dipersilahkan masuk ke Gedung Kejati Bengkulu. Mereka bertemu dengan sejumlah pejabat Kejati Bengkulu membahas dan mencari jalan keluar terkait hasil tes tersebut. Hanya saja petinggi Kejati Bengkulu belum memberikan keterangan terkait perekrutan CPNS saat awak media meminta konfirmasi. (167)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*