Tiongkok Dituduh Intip Negara Lain Via Satelit Huawei

HONG KONG – Mantan Kepala Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) Michael Hayden mengungkap salah satu modus aksi mata-mata yang dilakukan pemerintah Tiongkok. Dia menyatakan, Beijing menggunakan perusahaan telekomunikasi Huawei untuk mendapat informasi yang sensitif terkait dengan sistem komunikasi sejumlah negara asing.

Hayden menyebutkan, setidaknya, Huawei memberikan informasi yang lengkap. “”Saya kira sudah tidak diragukan lagi, aksi mata-mata itu adalah kenyataan,”” ungkapnya kepada Australian Financial Review.

Hayden juga mengelola Badan Keamanan Nasional tempat Edward Snowden -mantan agen yang dituduh membocorkan rahasia negara-pernah menjadi anggota. Terakhir, Hayden menjabat sebagai direksi di Motorola Solutions. Selain itu, dia menjabat sebagai kepala di perusahaan konsultan keamanan Chertoff Group.

Peringatannya adalah salah satu di antara rangkaian peringatan dari pejabat dan anggota Kongres AS soal bahaya kalau mengizinkan Huawei mengakses atau membangun jaringan di negara-negara barat. Namun, peringatan Hayden merupakan yang pertama menyebut langsung bahwa Huawei beraksi spionase untuk Beijing. Mantan anggota intelijen itu tidak menjelaskan lebih detail alasan-alasan pendukung klaimnya tersebut. Namun menurut dia, sejumlah lembaga intelijen sudah mengantongi banyak bukti.

Huawei selalu menyatakan bahwa produk-produk dan infrastruktur jaringannya aman. Selain itu, perusahaan menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki hubungan dengan Beijing.

“Ini benar-benar melelahkan. Fitnah yang tidak bisa dibuktikan itu merupakan gangguan dari kekhawatiran dunia terkait dengan aksi mata-mata yang membutuhkan diskusi serius secara global,” ungkap Juru Bicara Huawei Scott Sykes, Jumat (19/7).

Huawei merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi paling besar di dunia yang menawarkan sejumlah produk. Termasuk router (alat pengatur data antar jaringan komputer) dan perlengkapan internet yang lain. Huawei sudah bertahun-tahun berjuang untuk melebarkan sayap ke negara-negara Barat. Satu-satunya penghalang adalah kekhawatiran terkait dengan keamanan informasi dan ketakutan adanya hubungan dekat dengan pemerintah Tiongkok.

Huawei lebih dulu mencapai sukses di Inggris. Namun dengan adanya dugaan spionase tersebut, pemerintah setempat mulai mengevaluasi kontrak kerja sama dengan perusahaan Tiongkok itu. (CNN/cak/c15/dos)