Tinjau Balai Buntar, Gubernur Minta Rekanan Tak Sembrono Kerjakan Pembangunan

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Geburnur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, Rabu (17/7), meninjau proses rehabilitasi gedung Balai Buntar, yang anggarannya bersumber dari APBD tahun ini. Gubernur langsung mengultimatum rekanan dan Dinas PUPR Provinsi, agar pengerjaan rehab lanjutan tersebut tidak sembrono dan harus sesuai dengan standarisasi dan perencanaan.

“Kebetulan sakali dalam kesempatan ini hadir rekanan, pengawas, dan kabid yang membidangi dari Dinas PUPR Provinsi. Saya ingin memastikan agar proses rehabilitasi ini harus sesuai dengan standarisasi dan perencanaan. Mulai dari material, harus dipastikan yang dipakai sesuai dengan speksifikasi sebagaimana yang direncanakan,” terang Rohidin Mersyah kepada Bengkuluekspress.com, Rabu (17/7).

Rohidin menekankan, kepada rekanan dan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, tidak main-main dengan material pembangunan. Seperti keramik, cat dan material lainnya yang digunakan harus yang benar-benar berkualitas.

“Tenaga atau tukang yang digunakan dalam proses rehabilitasi ini harus yang profesional. Dalam artian tersertifikasi sesuai standar kemampuan. Mengingat gedung ini ukurannya besar, yang berarti harus berkualitas,” tegas Alumni UGM tersebut.

Dilanjutkan mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan itu, gedung tersebut digunakam untuk kebutuhan kegiatan seremonial, tetapi proses rehabilitasinya jangan asal-asalan. Karena banyak pihak yang menilai hasil rehabnya nanti.

“Kemudian, saya juga tekankan kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek ini, dapat mengerjakannya dengan penuh tanggung jawab dan memiliki komitmen kuat terhadap hasil pekerjaanya,” tukasnya.

Ditambahkan Rohidin, jika dalam proses rehabilitasi apa yag disampaikannya diikuti sejak awal, maka sudah dipastikan hasilnya nanti membanggakan. Karena proyek lanjutan ini beda kontraktornya, maka harus ditegaskan dari awal dan perencanaannya harus sesuai.

”Jangan sampai seperti pembangunan sebelumnya lampu yang digunakan tidak matching atau pass dengan bangunan gedung, dan beberapa kaca sudah banyak pecah. Maka untuk pembangunan lanjutan ini, kepada pengawas dan OPD teknis dapat secara ektra memberikan pengawasan. Kemudian juga pantau titik-titik yang dianggap butuh perbaikan ataupun diberikan semacam tindakan lain untuk mempercantik gedung,” ucap Rohidin mengakhiri.

Diketahui pada pembangunan rehab gedung yang menggunakan APBD tahun 2018 lalu dikerjakan oleh CV Jasa Mentari. Namun, untuk pembangunan pagar keliling gedung yang dianggarkan pada APBD tahun ini dikerjakan CV Putra Lindo.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Mulyani mengatakan, seperti lampu itu memang dari perencanaan sebelumnya yang tadinya tidak terlalu dikoreksi. Disitu harusnya kalau memang menurut Pak Gubernur tidak cantik modelnya seperti itu, harusnya dari awal mungkin ditegur waktu pelaksanaannya.

“Sebelum terpasang segala itu kan sebenarnya masih bisa diubah saat ini sudah habis masa perawatannya. Sudah tidak bisa diubah, kontraktornya pasti tidak mau. Ya nanti pada saatr ehab nah itu kita ubah. Karena, waktu itu (pengerjaannya) saya belum terlibat,” terang wanita yang akrab disapa Ning ini.

Direktur CV Putra Lindo Jon Kanedi mengatakan, untuk rehab pembangunan pagar yang dilakukan perusahannya, saat ini telah mengerjakan pekerja yang telah berkompeten. Tak hanya itu, ia mengaku menggunakan material yang telah sesuai setandar dan spek yang telah direncanakan.

“Kita akan bangun secantik mungkin apa yang telah diarahkan Pak Gub tadi. Masalah pembangunan gedung yang tidak sesuai dengan gubernur tadi, itu bukan kami yang mengerjakannya,” tutup Jon.(HBN)