Tingkatkan Peran Tenaga Pendamping

Doni/Bengkulu EkspressDari (Tengah) Jan Johanis Dalos SSos, (Kiri) Zamzami Zubir SE MM, (Kiri 2) Ir Ris Irianto Msi, (Kanan) Burlian SE, (Kanan 2) Ustad Rabiul Jayan Sag duduk bersama dalam pembukaan kegiatan konsolidasi, koordinasi dan halal bihala Dinaso PMD.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress– Pemerintah daerah mengharapkan peningkatkan peran tenaga pendamping. Karena, Adanya tenaga pendamping sosial, pendamping desa, pendamping pamsimas merupakan tenaga penggerak program dari pusat dan merebut APBN pusat.

Ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang, Zamzami Zubir SE MM dalam koordinasi, konsolidasi serta halal bihalal Dinas Sosial dan PMD, Selasa (25/6), jika tidak ada tenaga pendamping ini dana APBN dari pusat tidak akan turun ke wilayah Kabupaten Kepahiang. Oleh sebab itu, seluruh tenaga pendamping dan pelopor perdamaian harus bekerja dengan dengan maksimal. “Sehingga daerah Kabupaten Kepahiang ini bisa merebut dana APBN pusat,” ungkapnya.



Tenaga pendamping dalam pekerjaannya harus sabar, bekerja dengan hati, dan harus bisa menyesuaikan diri atau fleksibel di tengah-tengah masyarakat.“Jangan sampai tenaga pendampingini mudah merajuk menghadapi masyarakat. Kami dari pemerintah daerah mensuport kinerja para pendamping ini, tanpa jasa penamping dana APBD tidak akan turun di daerah Kepahiang,” sampainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemeberdayaan masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Kepahiang, Jan Johanis Dallos SSos menambahkan, untuk dapat diketahui di wilayah Kabupaten Kepahiang ini terdapat ada 100 orang tenaga pendamping sosial, 51 orang tenaga pendamping desa dan 17 orang tenaga pendamping Pamsimas.

“Pekerjaan mereka ini tidak bisa hanya dengan pikiran, karena pekerjaan mereka bukan hanya mengali, menambahkan dan membagikan. Tetapi pekerjaan mereka perlu panggilan hati yang harus dikeluarkan, dan bekerja dengan tulus,” pungkas Jan Johanis Dallos. (320)