Tingkatkan PAD Melalui SKPD

ARGA MAKMUR, BE – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU), kemarin mengadakan rapat kerja (Raker), yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati BU, Ir Mian, Sekretaris Daerah Drs. Said Idrus Albar, MM, Asisten I Ir Siti Qoriah Rosdiana dan Asisten II Ir Untung Pramono, BSc.

Wabup mengatakan, rapat kerja yang digelar kemarin merupakan lanjutan dari Raker 6 September lalu dalam rangka untuk rekapitulasi data Pendapatan Asli Daerah (PAD) di seluruh  satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Mulai dari retribusi pengganti biaya cetak KTP diinstansi Dukcapil, retribusi pelayanan pasar oleh Dinas Perindag, retribusi pasar grosir dan pertokoan, tempat pelelangan ikan, retribusi RPH, dan monitoring pajak.

Wabup mengatakan, pajak merupakan hal utama di setiap pembangunan dan perizinan.  Maka wakil bupati meminta pajak daerah jadi pemasukan primadona.

Sementara Sekda Drs. Said Idrus Albar menjelaskan, bahwa target PAD Rp 24 miliar itu sangat sulit sekali dicapai.  Sementara saat ini target PAD yang baru tercapai adalah 64 persen.

“Dengan target PAD yang ditetapkan untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp 24 miliar, tidak akan  tercapai apabila tidak ada komitmen dari SKPD penghasil PAD dan juga koordinasi yang baik dengan semua pihak terkait.  Diperlukan usaha untuk mencapai target, dan tentunya harus sesuai dengan aturan,” jelas Sekda.

Wabup mencontohkan penarikan retribusi, yang dilakukan harus legal.  Ada dasar hukumnya sehingga dapat dipertanggungjawabkan.   ”Banyak pasar yang dibangun pemerintah yang sudah layak untuk dilakukan penarikan retribusi, oleh karena itu maksimalkan PAD yang ada sehingga mencapai target,” ajak Wabup.

Wabup Sindir Dispenda

Di bagian lain, Wakil Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian menilai selama ini Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), terkesan hanya duduk manis saja.   Karena tidak pro aktif dalam menyusun data-data SKPD.  Ini dilihat dari penyampaian data capaian target PAD oleh masing-masing SKPD.

“Dispenda aktif dululah untuk mengetahui data-data SKPD.   Karena target PAD harus tercapai.  Semua dicatat melalui pendataan yang jelas, apalagi hari ini sudah keputusan bersama hanya tinggal pemaparan penyampain data-data SKPD,” kata Wabup.

Ia pun mengingatkan kepada SKPD, khususnya pengelola/penghasil PAD agar pencapaiannya dipacu, terutama bagi SKPD yang pencapaiannya masih dibawah target.

Sedangkan Kadispenda BU, Roslahayani, SPd menyampaikan data yang sudah masuk yakni pajak restoran dan PBB, pajak hotel yang sudah terdaftar sebanyak 130 hotel . (117)

Data-data Sumber PAD kabupaten BU :
– Pajak Parkir
– Retribusi parkir
– Retribusi pajak
– Retribusi penggunaan izin trayek
– KIR Kendaraan
– 6 Terminal
– 6 Parkir pasar

  Sarang Burung walet :
– Kecamatan Arga Makmur sebanyak 13
– Kecamatan Air Besi sebanyak 3
– Kecamatan Batik Nau sebanyak 2
– Kecamatan Ketahun 8
– Kecamatan Puteri Hijau dan NapalPutih masih dalam pendataan
– 22 Puskesmas
  

   2 rumah sakit
– 103 puskesmas pembantu
– 177 pos kesehatan desa dan bidang desa
– Persampahan
– Alat Berat
– IMB
– 50 ribu pembuatan KK
– 117 ribu wajib e-KTP
– retribusi 20 pasar
– Izin usaha perikanan di 25 obyek
– 2 rumah pemotongan hewan (RPH) yakni Arga Makmur dan Ketahun
– 1805 objek retribusi penimbunana batu bara
– 40 potensi rumah dinas permanen
– 15 potensi rumah dinas semi permanen
– 1 gedung pertemuan
– 1 gedung serba guna
– 1 gedung pola
– 1 unit bus