Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi Guru Saat Pembelajaran Jarak Jauh di Tengah Pandemi

Foto Hendrik / BE – anggota komisi X DPR RI Hj. Dewi Coryati saat membuka workshop pendidikan guna mengoptimalkan peran guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di massa pandemi Covid-19, di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Selasa (27/10).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Para guru dan tenaga pendidikan harus meningkatkan kompetensi dan inovasi saat melakukan pembelajaran jarak jauh di massa pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan anggota komisi X DPR RI Hj. Dewi Coryati saat membuka workshop pendidikan guna mengoptimalkan peran guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di massa pandemi Covid-19, di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Selasa (27/10).

Dewi mengatakan, pandemi Covid-19 ditantang untuk melalukan inovasi dalam pembelajaran secara daring saat ini. Maka para guru sangat penting mendapatkan masukan serta inovasi yang harus dilakukan saat pembelajaran jarak jauh.

“Ada tiga masalah yang menjadi persoalan saat PJJ dimassa Pandemi Covid-19, yakni SDM, peralatan serta koneksi atau jaringan,” kata Dewi, Selasa (27/10).

Anggota DPR RI dapil Bengkulu itu menjelaskan, untuk masalah SDM sendiri terbagi tiga yakni kesiapan guru, wali murid dan murid itu sendiri.

Dimana, untuk kesiapan guru sendiri, sebelumnya para guru tidak diajarkan dalam memberikan materi secara daring dengan media komunikasi/ aplikasi apapun. Namun dimassa pandemi ini guru harus dituntut melek teknologi serta harus meningkatkan kompetensi dan inovasi dalam pembelajaran jarak jauh.

“Saat awal pandemi covid-19 terjadi karena tidak adanya kesiapan oleh para guru. Maka guru hanya memberikan tugas, tugas dan tugas kepada para murid,” ungkapnya.

Selanjutnya kata Dewi, kesiapan SDM dari wali murid nya sendiri dimana harus dituntut dan berperan aktif dalam mendampingi anaknya saat melakukan PJJ.

“Jika sebelumnya wali murid hanya menitik beratkan masalah pembelajaran kepada pihak sekolah, tetapi dimassa pandemi covid-19 wali murid harus mendampingi serta mengawasi anaknya sendiri dalam belajar secara daring.

Kemudian kesiapanan dari muridnya sendiri yang juga dituntut harus memahami konsep pembelajaran jarak jauh saat ini. Dengan begitu murid juga dituntut untuk bisa penerapan teknologi dalam pembelajaran jarak jauh.

Tak hanya SDM saja, permasalahan yang di hadapi saat PJJ yakni peralatan dan koneksi jaringan yang saat ini belum merata khususnya di Provinsi Bengkulu. Karena setiap guru dan murid tidak semuanya memiliki perangkat komputer maupun handphone sebagai media pembelajaran jarak jauh. Selain itu untuk jaringan sendiri didalam Kota Bengkulu sendri masih sering down apalagi yang berada di kabupaten atau pun desa di pelosok Bengkulu.

“Tetapi masalah ini bukan untuk dikeluhkan, namun harus dicarikan solusi dari setiap tantangan yang dihadapi. Maka dengan adanya workhsop ini dan dengan metode yang disampaikan nantinya kita berharap akan membuat manajmen sekolah terbantu,” tukasnya.

Dewi menambahkan, untuk peserta workhsop sendiri yang hadir yakni perwakilan guri dari Bengkulu Tengah, Kabupaten Seluma, Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan Kota Bengkulu.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Dra. Rosmayetti, MM yang turut hadir mengatakan melalui workhsop ini para guru harus punya inovasi dan metode sendiri dalam PJJ nantinya. Karena dengan kompetensi dan inovasi yang didapat nantinya sangat mempengaruhi kredibilitas dan motivasi pengetahuan guru untik bahan pengbangan diri.

“Tantangan selama covid-19 ini tidak menurunkan semangat,” tutupnya. (HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*