Timbun Tujuh Titik Jalan Rusak

Alat berat
RIZKY/Bengkulu Ekspress
Alat berat meratakan meterial koral untuk menutupi badan jalan yang rusak di Kecamatan TAP, kemarin (29/8).

TAP, Bengkulu Ekspress – Sebanyak tujuh titik jalan rusak sepanjang 6 kilometer yang sempat dikeluhkan warga Desa Tanjung Agung, Alun Dua, Lubuk Pendam, Sengkuang, Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP), Kabupaten Bengkulu Utara (BU) akhirnya diperbaiki dengan cara ditimbun menggunakan koral, Selasa (29/8).

Perbaikan jalan tersebut berdasarkan hasil musyawarah antara perusahaan dan warga yang difasilitasi Satuan Lantas Polres Bengkulu Utara, Polsek Air Besi, Kecamatan TAP dan Koramil.

Berdasarkan hasil musyawarah, perusahaan yang menyumbang material yakni PT Sabana, PT Rotek, SG, Kuari Yus Gafur dan Kuari Mardan. Kemudian, PT PPA menyumbang alat berat untuk meratakan material, SPBU Gun menyediakan bahan bakar dan Jaluk menyediakan angkutan. Hal tersebut dibenarkan Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK melalui Kasat Lantas, AKP MS Fuad Rangkuti SH.

“Kita libatkan sejumlah pihak terkait agar ke depan masalah jalan rusak ini tidak berlarut-larut,” jelas Kasat Lantas.

Keluhan dari warga yang mengatakan jalan rusak disebabkan karena truk pengangkut material melebihi tonase sekitar 30 ton, juga dibenarkan oleh Kasat Lantas. Hal tersebut sulit dicegah karena tidak ada alat timbangan untuk menentukan kendaraan pengangkut material melebihi tonase atau tidak.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten BU dan Provinsi, hanya saja belum ada jalan keluar terkait alat timbang tersebut. Sudah mencoba berkoordinasi dengan Kementerian juga belum ada jalan keluar.

“Kendaraan yang melintas tidak sesuai kelas jalan, tidak heran jika jalan banyak yang rusak. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengadakan alat timbang, tapi belum ada bantuan tersebut,” imbuh Kasat Lantas.

Sementara itu, Camat TAP, Nirwan Tomeri SH MH mengatakan, sebelum ada perbaikan jalan, warga memang mengeluhkan kondisi jalan rusak tersebut. Bahkan warga sempat melakukan aksi protes dengan menanami badan jalan dengan pohon pisang dan menutup badan jalan serta membakar ban bekas.

Dengan adanya perbaikan jalan tersebut diharapkan tidak ada lagi aksi dari warga.”Sebelumnya memang ada aksi protes warga terkait jalan rusak ini. Setelah ada musyawarah kemudian terjadi kesepakatan akhirnya jalan diperbaiki,” pungkas Nirwan Tomeri.(167)