Timbun Kebutuhaan Pokok, Ditindak Tegas

RIO/Bengkulu Ekspress STABILISASI HARGA: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berbincang bersama Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Jasa Lasmi Ningsih dalam kegiatan pembukaan rapat koordinasi stabilisasi harga kebutuhan dan ketersedian stok jelang bulan puasa dan lebaran tahun 2019 di Raffles City Hotel, Senin (22/4).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Tidak lama lagi, bulan Ramadan akan segara tiba. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama-sama telah turun ke pasar-pasar untuk memastikan kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan dan lebaran masih tersedian dengan baik.  Tidak hanya kebutuhaan saja, untuk harga kebutuhan pokok juga akan menjadi perhatian serius pemerintah. Hal ini dilakukan, agar tidak ada spikulan atau oknum pedagang yang memahalkan harga kebutuhan pokok.

Apalagi sampai menimbun kebutuhaan pokok, pemprov bersama Satgas Pengan Polda Bengkulu akan menindak tegas, bagi oknum yang sengaja menimbun kebutuhaan pokok. Hingga kebutuhaan pokok tersebut menjadi mahal dipasaran.

“Silahkan dipantau. Kalau ada yang sengaja menimbun kebutuhaan pokok, Satgas pangan jangan segan-segan untuk menindak tegas,” ujar Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah dalam rapat koordinas (rakor) stabilitas harga barang kebutuhan pokok daerah dan ketersediaan stok menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) puasa dan lebaran Tahun 2019 di Hotel Rafflesia Bengkulu, kemarin (22/4).

Ditegaskannya, harga kebutuhaan pokok dipasaran menjadi hal penting untuk diperhatikan. Jangan sampai ada yang memahalkan harga. Mengingat kondisi saat ini, semua stok kebutuhaan pokok masih tersedia dengan baik. Sehingga tidak ada alasan untuk menaikkan harga. “Kondisi sekarang, semua kebutuhan pokok dipasaran itu masih banyak tersedia,” terangnya.

Tidak hanya soal harga yang menjadi perhatian, Dinas Perdagangan (Disperindag) Provinsi bersama instansi terkait untuk harus bisa memastikan setiap hatinya stok kebutuhaan pokok itu tersedia. Bahkan jika perlu, dilakukan pemetanaan, barang kebutuhaan pokok apa yang sudah mulai berkurang. Sehingga bisa mencari alternatif memenuhi kebutuhaan pokok tersebut.

“Dipetakan, mana yang mulai menipis, dicari solusinya untuk menambah lagi. Kalau tidak ada di Bengkulu, koodinasi cari diluar Bengkulu. Pastikan stok itu aman terus,” tambah Rohidin.

Bila perlu lanjut Rohidin, setiap minggunya stok dan harga kebutuhaan pokok itu bisa dipublis kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui, harga-harga tersebut dipasaran.  “Ada data yang disiapkan. Beritau kepada publik, kalau ketersediaan dan itu selalu cukup,” ujarnya. Sementara itu, Satgas Pangan Polda Bengkulu, AKBP Edi Sujadmiko mengatakan, Satgas pangan akan bersikap tegas jika ada pelaku usaha yang melakukan penimbunan kebutuhaan pokok.

Namun sejauh ini, belum ada para pelaku usaha yang melakukan penimbunan secara besar-besaran. “Kita akan tindak tegas jika memang itu terjadi. Kalau di Bengkulu masih batas wajar. Biasanya dilakukan ketika peminat itu lebih banyak,” terang Edi. Edi mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya juga sempat melakukan pemeriksaan kepada pelaku usaha, khususnya ayam dan beras. Satgas akan memberikan tindakan, jika pelaku usaha melakukan diluar struktur harga pasar.  “Paling tidak kami panggil untuk dilakukan pemeriksaan. Lonjakan harga itu terjadi apa karena mekanisme pasar atau memang diluar ketentuan. Hasilnya kita serahkan kepada OPD terkait,” tuturnya.

Untuk saat ini, yang perlu diantisipasi harga daging ayam dan telur. Dua komuditi ini bisa saja naik secara mendadak. Satgas pengan akan terus melakukan pemantuan, jika memang naiknya diluar batas kewajaran. “Dua komuditi ini yang perlu sama-sama diantisipasi. Kita akan terus melakukan pemantuan,” terang Edi.
Disisi lain, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih mengatakan, pemerintah siap menyambut datangnya bulan puasa dan lebaran.



Termasuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok di seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di Bengkulu. “Tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat. Pemerintah siap untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat. Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN,” ujar Lasmi.

Beberpa pasar dilakukan peninjauan secara langsung. Seperti pasar Panorama dan Pasar Minggu. Lismi mengatakan, sebagian besar harga pokok di Pasar Panorama masih stabil. Namun untuk harga bawang merah dan bawang putih, mengalami kenaikan, dari harga Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu. Untuk itu, pemerintah akan segera menstabilkan harga bawang.

“Operasi pasar masih akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bapok. Kemendag akan berupaya hingga lebaran nanti, harga akan tetap stabil,” paparnya. Selain melakukan pemantauan di pasar tradisional, Lasmi juga mengunjungi Ritel Hypermart Bengkulu Indah Mall, gudang Bulog Divre Bengkulu, dan dua gudang distributor setempat.

Hasilnya menunjukkan ketersediaan dan pasokan bahan pokok di Bengkulu terjamin dan aman menjelang bulan puasa dan lebaran 2019. “Meski demikian pemerintah daerah diminta agar memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan guna menghadapi potensi kenaikan permintaan bahan pokok,” kata Lismi.  Ia juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi.  “Untuk itu, Pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu bila diperlukan bekerja sama dengan aparat keamanan,” pungkasnya.

Dari hasil pantauan di Pasar Panorama, harga beras medium lokal dijual di kisaran Rp9.375-Rp10 ribu per kg, gula pasir Rp11.500 per kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp10.500 sampai Rp11 ribu per liter, tepung terigu Rp13.000 per kg, daging sapi Rp120 ribu per kg. Kemudian, daging ayam ras Rp35 ribu sampai Rp 36 ribu per kg, telur ayam ras Rp 21.400 per kg, cabe merah keriting Rp22 ribu sampai Rp 25 ribu per kg, cabe rawit hijau Rp30 ribu -Rp 35 ribu per kg, bawang merah Rp40 ribu-Rp 45 ribu per kg, dan bawang putih Rp44 ribu – Rp 46 ribu per kg. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*