Tim Terjebak Banjir Susulan, Pencarian Korban Dihentikan

 

Lebong_Banjir PGE
SUSULAN: Tiba-tiba banjir bandang datang saat proses evakuasi terhadap korban longosr PT PGE. Tampak mobil Sekda Lebong, Mirwan Effendi SE MSi terjebak banjir bandang. (DWI/BE)

LEBONG SELATAN,BE– Evakuasi pencarian empat korban banjir bandang dan longsor di PT Pertamina Gheotermal Energy (PT PGE) Hulu Lais Kabupaten Lebong terpaksa dihentikan pada pukul 14.00 WIB kemarin.

Sebab terjadi banjir bandang susulan cukup besar. Akibatnya seluruh tim evakuasi, warga, karyawan PGE, hingga anggota TNI, Polri diminta untuk meninggalkan lokasi karena potensi banjir bandang mengancam keselamatan.

Satu kendaraan roda dua milik Afriandi Wijaya alias Endang salah satu Secrurity PT PGE hanyut saat menerobos derasnya banjir bandang membawa material batu besar, kayu dan lumpur. Namun, motor hanyut bisa cepat ditarik oleh aparat TNI. Tak ada korban jiwa dalam kejadian banjir bandang susulan.

Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol Kav, Hendra S Nuryahya memimpin evakuasi sekitar pukul 14.15 WIB memerintahkan seluruh tim evakuasi berhenti. Hal ini setelah melihat adanya pergerakan material tanah dari atas bukit belerang. Selang 15 menit air bah yang membawa batu dan lumpur cukup cepat turun sehingga beberapa warga, petugas, karyawan PGE, hingga awak media terjebak di tengah banjir bandang karena jalan keluar menuju Kelurahan Mubai dihantam banjir bandang.

“Setelah kita instruksikan turun, mereka (tim evakuasi,red) turun. Namun, karena air bah cukup cepat membuat beberapa tim evakuasi, warga dan karyawan tidak bisa turun dan terjebak di lokasi longsor sekitar 3 jam sambil menunggu banjir surut,” kata Dandim.

Sekda Sempat Terjebak

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, Mirwan Effendi SE MSi ikut dalam proses evakuasi korban nyaris menjadi korban hempasan banjir bandang.

Beruntung, mobil dinas Sekda mampu menerobos terjangan air bah saat itu belum terlalu besar. “Saya lihat betul bagaimana air bah itu datang, saya langsung lari ke mobil untuk turun ke bawah,” ucap Sekda.

Selain itu, tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di bawah Badan Geologi Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi untuk saat ini masih ada patahan tanah di lokasi longsor pertama. Hal ini dikhawatirkan bisa terjadi jika intensitas curah hujan tinggi.

Tim dipimpin Heri Purnomo dan 2 orang anggota yakni Nana dan Iqbal saat ini telah mengumpulkan data-data yang selanjutnya akan dianalisis di pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung.

“Penyebab Lonsor dan bajir bandang ini karena dibagian atas saluran sungai kotok ada akumulasi longsoran menutup aliran sungai. Selain itu, diprediksi masih ada patahan tanah rawan terjadinya longsor dan banjir bandang susulan yang suatu saat bisa terjadi,” kata Heri.

Saat ini lokasi longsoran PT PGE disterilkan dari segala aktifitas. Hal ini demi keselamatan pekerja PGE dan untuk meminimalisir jatuhnya korban. “Radius 5 Km dari lokasi PGE dikosongkan karena bencana bisa kapan saja melanda,” kata Dandim.

Pekerja di cluster B seluruhnya diminta meninggalkan lokasi. “Kondisi hujan terus mengguyur ini bisa menyebabkan bencana susulan, kita tidak menginginkan korban bertambah,” tegas Dandim yang sejak Kamis lalu memimpin evakuasi korban.

Potongan Kontainer

Upaya pencarian korban yang masih tertimbun di cluster A dihari kelima sempat menunjukan titik terang karena ketika dilakukan pembersihan sempat ditemukan potongan bagian dari kontainer tempat pekerja istirahat. Namun kondisi kontainer yang ditemukan tersebut hanya sebagian sedangkan bagian lainya masih tertimbun.

“Sempat ditemukan sebagian dinding kontainer, namun bagian lainnya belum bisa diangkat,” katanya.

Diungkapkan Dandim, proses evakuasi selanjutnya menunggu koordinasi dengan bupati. “Kalau melihat kondisi seperti ini, pencarian korban sangat berbahaya untuk tim evakuasi dan masyarakat. Kalau ditanya pendapat saya, pencarian selayaknya dihentikan sementara,” katanya.(777)