Tim Pengawas Turun ke SDN 15

foto: IST

BENTENG, bengkuluekspress.com РTuntutan wali murid yang meminta agar Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 15 Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dicopot berbuntut panjang. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Benteng akan menerjunkan tim pengawas ke sekolah yang bermasalah tersebut. Kepala Dinas Dikpora Benteng, Saidirman SE MSi menegaskan, pihaknya akan menelusuri sejauh mana polemik tersebut.  Selain itu, masih akan ditelusuri terlebih dahulu kesalahan yang dilakukan oleh Kepsek.

“Kami akan terunkan tim pengawas untuk mencari informasi dan akar masalah,” kata Saidirman.

Pun begitu, Saidirman menegaskan, dalam waktu dekat akan menyampaikan surat resmi kepada Bupati Benteng terkait usulan pergantian Kepala SD Negeri 15. “Sesuai dengan permintaan wali murid, pergantian Kepsek akan saya usulkan ke pak Bupati,” tegasnya. Dari informasi yang diperoleh saat ini, beber Saidirman, beberapa kebijakan Kepsek dinilai menyalahi. Diantaranya, aset berupa laptop dan televisi (TV) yang dibawa pulang ke rumah Kepsek.

“Sesuai aturan, Aset memang tak boleh dibawa pulang. Sebab, aset itu untuk kepentingan dan keperluan sekolah,” tandasnya. Meski tak menunjukan keberpihakan, Saidirman juga memberikan pembelaan kepada Kepsek dan dewan guru yang memberikan jam tambahan belajar. Sebab, hal itu bertujuan untuk memberikan pelajaran tambahan kepada para siswa agar menjadi berkualias.

“Banyak wali murid di Kota Bengkulu bahkan menghendaki adanya jam belajar tambahan. Ini lebih bagus. Akan tetapi, tambahan jam belajar memang harus disampaikan kepada wali murid. Jangan diputuskan secara sepihak,” tandasnya.

Selain mengevaluasi kinerja Kepsek, tim pengawas juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kinerja pada dewan guru. Sejatinya, beber Saidirman, dewan guru harus bekerja secara solid dan kompak dengan Kepsek demi meningkatkan mutu pendidikan. “Jika nantinya ada guru yang diketahui bermasalah, yang bersangkutan juga akan dipindahkan,” tegas Saidirman.(135)