Tim Pakem Antisipasi Konflik Perbedaan Kepercayaan di Benteng

IST/BE
RAKOR : Foto bersama usai Rakor pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat (Pakem) di aula kantor Kejari Benteng, Rabu (8/9).

BENTENG,bengkuluekspress.com – Demi mengantisipasi konflik perbedaan aliran dan kepercayaan, tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem) menggelar rapat koordinasi (Rakor) di aula kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Tengah (Benteng), Rabu (8/9).
Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya keributan seperti yang aksi penyerangan dan pengerusakan masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Benteng, Eka Nurmeini MSi, melalui Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Ormas, Hekatman Nazar SSi mengatakan, Rakor dilakukan untuk mengantisipasi serangan jemaah Ahmadiyah yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa.
“Dari hasil Rakor, kami akan mengundang pihak aliran Ahmadiyah untuk melakukan dialog bersama pihak Kemenag serta FKUB (forum kerukunan umat beragama) agar tak terjadi gejolak,” ungkap Hekatman.

Dari hasil penelusuran, sambung Hekatman, jemaah Amhadiyah di Kabupaten Benteng berjumlah kurang lebih 13 kepala keluarga (KK). Setiap KK, terdiri dari 2 sampai 3 orang.
“Hasil pemantauan kami, mereka melaksanakan aktivitas ibadah secara normal dan intern mereka. Tempat ibadahnya memang ada, namun kegiatan mereka terbatas,” pungkasnya.(135)