Tim Paduan Suara Berkompetisi di Singapura

2. Endang/Bengkulu EkspressKadis Disdikbud Provinsi Bengkulu, saat audiensi dengan tim paduan suara RCS

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu, memberikan dukungan dan bantuan senilai Rp 20 juta pada grup panduan suara Rafflesia Chamber Singers, yang akan mewakili Provinsi Bengkulu dan Indonesia, untuk mengikuti lomba paduan suara internasional yang diprakarsai Singapore International Choir Festival (SICF) 2019 di Singapura.

“Tim Paduan Suara Rafflesia Chamber Singer (RCS) Bengkulu, mewakili Indonesia dan Bengkulu ke Singapura, sebagai partisipasi pemerintah daerah, maka diberikan bantuan senilai Rp 20 juta,” ungkap Kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu Drs H Budiman Ismaun MPd usai pertemuan dengan RCS didampingi Kabid Kebudayaan R Wahyu DP di ruang kerjanya kemarin (21/6).

Dikatakannya, para peserta RCS meyoritas dari kalangan pelajar Provinsi Bengkulu, dari tingkat SMP dan SMA. Bantuan itu sebenarnya belum memenuhi seluruh kebutuhan peserta selama di sana. Namun itulah salah satu bentuk kepedulian dan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, dalam mensosialisasikan budaya Bengkulu dikancah internasional.

“Kita harapkan para pelajar dan sanggar tersebut dapat eksis dan membawa nama baik provinsi Bengkulu,” bebernya.

Pelatih dan Conductor Group Paduan Suara RCS Bengkulu Gutman Togatorop ST mengatakan, grup paduan suara terdiri dari berbagai latar belakang mulai pelajar, mahasiswa dan pegawai yang dilatihnya akan mengikuti lomba ditingkat international.

Group paduan RCS ini akan diberangkatkan ke Singapura pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2019. Ada tiga alasan untuk mengikuti kompetisi ini. Pertama ingin mengembangkan kemampuan bidang paduan suara, kedua ingin mendapat banyak pengalaman dan ketiga ingin mempromosikan Provinsi Bengkulu. Dikatakan Gutman pada pemberangkatan ke singapur akan diikuti 32 orang. Lomba tersebut diikuti 90 group dari berbagai negara.

Untuk bisa mengikuti kompetisi ke kancah internasional, terlebih dulu groupnya telah beberapa kali mengikuti kompetisi, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri, seperti pada tahun 2012 di Cina, tahun 2014 di Bali mendapatkan 3 medali emas dan 2017, mengikuti kompetisi di Penabur Internasional Choir Festival di Jakarta dan berhasil mendapatkan 2 emas dan 1 perak. Pada lomba di Singapura ini, grup Paduan suaranya akan mengikuti dua kategori yaitu kategori Musika Sacra dan Mixed Choir.

“Kami membawakan enam lagu klasik dan lagu tradisional diantaranya soleram dan tobotoi-botoi yang musiknya diarasmen ulang, ” katanya.

Pada ajang ini, Bengkulu, menargetkan dan optimis bisa mendapatkan medali emas dalam lomba tersebut, karenapeserta yang diberangkatkan penyanyi baru. Saat ini peserta berlatih keras dan pada akhirnya juri yang menilai.

Ia sangat bersyukur dari audiensi dengan pemerintah daerah dan dilanjutkan bersama Disdikbud Provinsi Bengkulu, mendapatkan apresiasi yang baik. Tim Paduan suaranya mendapat dukungan moral dan semangat.  “Karena peserta sebagian pelajar, maka kita ingin meminta surat rekomendasi keberangkatan yang bisa dipakai dan tim kita mendapatkan bantuan dana untuk menunjang transport ke sana,” tukasnya. (247)