Tim Labfor Cek Kantor BP4K

1 dan 2. Jefryy/Bengkulu Ekspress – Tim Forensik saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran eks kantor BP4K Seluma.

TAIS,Bengkulu Ekspress – Paska peristiwa terbakarnya gedung bekas kantor BP4K Seluma, di komplek perumahan pejabat eselon III depan Balai Adat Simbur Cahayo, Senin (11/2).

Kemarin (13/2), tim Laboratorium Forensik (Labfor) Palembang mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan dilakukan untuk meneliti penyebab terjadinya kebakaran. Termasuk mengambil sejumlah sampel abu kebakaran untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Ada beberapa sampel sisa kebakaran yang dibawa tim forensik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” imbuh Kapolres Seluma Ajun Komosaris Besar Polisi (AKBP) I Nyoman Mertha Dana SIK didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rizka Fadhila SIK kepada Bengkulu Ekspress.



Dijelaskan, dua orang petugas Labfor Palembang yang datang, Komisaris Polisi (Kompol) Adrimal dan Kompol Achmad Kolbinus. Dua petugas ini tiba di TKP sekitar pukul 09.15 WIB, kemarin (13/2).

Mereka mendatangi TKP didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Rizka Fadhila SIK dan Kanit Tipidter Ipda Catur Prasetya. Sekitar pukul 11.00 WIB tim meninggalkan lokasi dengan membawa sejumlah BB.

Sampel ini kemudian dibawa untuk diteliti. Sekaligus ditelusuri darimana asal api pertama kali membakar gedung bekas kantor BP4K tersebut.

Kasat Reskrim mengatakan, butuh waktu sekitar dua minggu bagi Labfor untuk memberikan penjelasan serta hasil dari pemeriksaan yang dilakukannya.

“Untuk hasilnya kita hanya bisa menunggu sembari melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi saksi,”ujarnya.

Sementara itu Rabu pagi kemarin penyidik Polres Seluma, menjadwalkan pemeriksaan dua orang saksi yang mengetahui peristiwa kebakaran tersebut.
“Dua orang saksi yang mengetahui awal mula kebakaran tersebut. Anggota Satpol PP yang sedang berjaga dirumah dinas Sekda Seluma,” tegas Kasat Reskrim.(333)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*