Tim Kepresidenan Cek Kesiapan HPN

RIO-BE-2 KRI BERSANDAR DI PL BAI-PENGAMANAN HPN (5)BENGKULU, BE – Persiapan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus dimatangkan. Hari ini tim protokoler kepresidenan yang berjumlah antara 40-60 orang akan tiba di Bengkulu. Kedatangan tim ini bermaksud melihat persiapan, seperti cek lokasi kegiatan yang akan dihadir presiden, tempat menginap dan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Mereka sudah konfirmasi, bahwa mereka akan hadir di Bengkulu besok 5 Februari. Mereka akan mengecek kesiapan,¬† lokasi kegiatan dan tempat penginapan presiden,” kata Kepala Biro Umum Setda Provinsi Bengkulu, Drs Darpinudin, kemarin.
Tim protokoler kepresidenan ini juga akan mensetting susunan acara yang akan diikuti presiden, dan panitia HPN dari Bengkulu diminta mengikuti protokoler kepresidenan tersebut.
“Nanti kita akan ikut mereka, karena mereka sudah kegiatan yang berskala besar dihadiri presiden. Dan kita siap memenuhi apa saja yang mereka butuhkan nantinya,” tandas Darpin.
Dibagian lain, Darpin mengungkapkan Presiden SBY dijadwalkan tiba di Bengkulu Sabtu, 8 Februari sekitar pukul 16.00 WIB. Malamnya sekitar pukul 19.30 WIB akan dilakukan ramah Balai Raya Semarak Bengkulu. “Besoknya, Minggu (9/2) pukul 08.00 sampai 10.00 WIB puncak HPN di Benteng Marlborogh,” jelansya.
Selanjutnya, pukul 10.00 hingga 11.30 WIB penandatanganan MoU antara Gubernur Bengkulu dengan Para Bupati/Walikota se- Provinsi Bengkulu tentang peningkatan kegiatan Pramuka, penandatanganan¬† MoU antara Gubernur Bengkulu dengan Walikota Bengkulu, Bupati Bengkulu Tengah dan Bupati Seluma tentang Pemanfaatan Limbah PLTA Musi sebagai sumber air bersi, penandatanganan MoU antara Gubernur Bengkulu dengan Dirut PTPN tentang Relokasi Bandara Fatmawati Soekarno dilokasi PTPN VII Provinsi Bengkulu, dan penandatanganan MoU antara Gubernur Bengkulu dengan PT. Total – SKK Migas tentang Eksplorasi Pengeboran Minyak Lepas Pantai. “Setelah itu akan dilakukan peresmian tugu pers oleh Presiden SBY,” pungkasnya

Bantuan Tetap Mengalir
Ketidakharian beberapa menteri di Bengkulu saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 ini disikapi santai oleh Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd. Gubernur menyatakan, pihaknya mempermasalahkan para menteri itu tidak datang ke Bengkulu, yang penting mengakomodir proposal pembangunan yang diajukan Pemerintah Provinsi Bengkulu, beberapa waktu lalu.
“Menterinya tidak datang ke Bengkulu dalam rangka HPN ini tidak masalah bagi kita, yang bantuannya datang,” kata Junaidi Hamsyah.
Hingga saat ini sudah 3 menteri yang sudah dipastikan batal ke Bengkulu. Ketiganya, yakni
Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa dan Menteri Agama, Surya Dharma Ali.
Informasi terbaru yang diterima BE, hingga saat ini masih ada beberapa menteri yang belum belum mengkonfirmasikan kehadirannya, seperti MenPAN-RB, Azwar Abu Bakar, Mendikbud M Nuh dan Mendagri Gamawan Fauzi. “Kalaupun tidak hadir, tetap kita kejar untuk mendapatkan anggaran pembangunan berdasarkan pengajuan yang sudah kita sampaikan sebelumnya,” ujar gubernur.
Kendati demikian, ia yakin para menteri tersebut akan hadir bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dijadwalkan hadir di Bengkulu Sabtu (8/2) besok. Karena setiap kehadiran presiden, biasanya akan diikuti oleh para menterinya.
“Berdasarkan pengalaman HPN sebelumnya, jika presiden sudah datang maka para menteri pun juga ikut hadir,” imbuhnya.

Dimeriahkan Artis Ibukota
Tiga artis ibukota akan menggoyang Bengkulu dalam rangkaian acara panggung hiburan rakyat yang akan di gelar di lapangan Sport Center Bengkulu, malam ini (5/2). Ketiga artis itu adalah Ratu Dewi dan Tika Kontestan Dangdut Indoonesia (KDI) serta Imey Mey yang berasal dari Bandung. Tidak hanya itu, Band Wali juga akan ikut menggemparkan Bengkulu.
Para artis dan band papan atas itu akan menghibur masyarakat Bengkulu dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Bengkulu ini.
“Acara hiburan panggung rakyat ini akan berlangsung pukul 19.30 hingga 23.00 WIB malam besok (malam ini,red) yang dipusatkan di lapangan Sport Center Kota Bengkulu,” kata Ketua Panitia Panggung Hiburan sekaligus Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Provinsi Bengkulu, H Hasanudin SE kepada BE, kemarin.
Selain dihadiri gubernur, Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) Provinsi Bengkulu, Ketua PWI Bengkulu, acara spektakuler itu juga dihadiri sekitar 60 orang protokoler kepresidenan yang tiba di Bengkulu pagi ini.
Sebelum acar panggung hiburan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selaku kordinator juga telah menyiapkan acara lainnya, yakni sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini dilakukan acar doa bersama, dan dilanjutkan dengan peragaan busana pukul 10.00 WIB. Kemudian, sekitar pukul 11.30 WIB hingga sore dilakukan festival beberapa band lokal Bengkulu. Dan sekitar pukul 19.00 WIB pihaknya melakukan gladi resik untuk acara pembukaan HPN tersebut.
“Semua kegiatan itu terbuka untuk masyarakat luas, jadi silahkan datang dan kunjungi berbagai kegiatan itu,” ujarnya.

Dibuka untuk Umum

Dua kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL) yang merapat di Pelabuhan Pulau Baai, Senin (4/2) lalu dibuka untuk umum. Siapapun boleh berkunjung ke kapal untuk melihat kapal yang dipersiapkan menjaga kedatangan Presiden SBY saat HPN di Bengkulu
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal), Letkol Laut (P) Horas Wijaya Sinaga, mengungkapkan dalam misi kali ini kedua KRI dilengkapi satu tim komandan pasukan katak (Kopaska). “Ada 50 prajurit yang turut serta dalam perjalan kapal ini,” terangnya.
Hal yang sama juga dikatakan komandan kapal, Letkol Laut (P) Gadafi dan Mayor Laut (P) Andike. Mereka mengatakan, kapal tersebut dibuat dengan uang rakyat, jadi rakyat berhak untuk berkunjung. “Kami sangat welcome jika ada yang datang, kami juga sudah menyiapkan guide yang siap memandu masyarakat yang datang,” ungkapnya.
Mayor Laut (P) Andike menjelaskan KRI Todak – 631 merupakan kapal pertama dari kapal perang jenis Kapal patroli cepat kelas Todak milik TNI AL. Nama Todak sendiri diambil dari nama salah satu ikan laut yang banyak terdapat di perairan wilayah nusantara. “Ikan Todak itu, ikan yang ganas dengan bentuk tubuh yang sedemikian rupa sehingga dapat bergerak cepat dan lincah dalam mencengkeram mangsa dan menghindari pemangsa,” tambahnya.
KRI Todak – 631 dirancang untuk memenuhi tantangan tertinggi akan kapal yang dapat beroperassi di laut teritorial dan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif). Dia merangkan, kapal tersebut bertugas untuk menjaga perairan wilayah barat. “Jadi, kapal ini difungsikan untuk wilayah barat laut Indonesia,” ujarnya.
Kapal yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh PT. PAL, Surabaya untuk TNI Angkatan Laut tersebut juga dilengkapi oleh tiga meriam. Meriam dengan ukuran 57 mm, 40 mm dan 20 mm. Dia menambahkan, meriam tersebut dapat digunakan sampai dengan jarak 300 meter. “Karena kapal ini difungsikan untuk patroli, jadi juga dilengkapi dengan meriam yang digunakan secara manual,” jelasnya.
Hasil pantauan Bengkulu Ekspress, kapal tersebut memiliki panjang 58,10 meter dan panjang garis air 54,10 meter. Dengan lebar secara keseluruhan 7,64 meter dan lebar garis air 7,10 meter. Berat total kapal terssebut 425 Ton. Sedangkan, jarak jelajah maksimal kapal 2200 Mil dan jarak jelajah minimal 6100 Mil.
Letkol Laut (P) Gadafi berharap, masyarakat tertarik untuk berkunjung ke kapal tersebut. Karena, kapal tersebut hanya bertahan selama acara HPN (Hari Pers Nasional) berlangsung. “Selain untuk mengamankan Presiden SBY, kapal ini juga untuk dikunjungi masyarakat,” sampainya. (400)