Tim Akreditasi Nilai 6 Puskesmas

AKREDITASI - Sekretaris Dinkes Kabupaten Benteng, Mulya Wardana SKM MM foto bersama tim akreditasi dari Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu di Puskesmas Tanjung Dalam
Bakti/Bengkulu Ekspress
FOTO BERSAMA: Sekretaris Dinkes Kabupaten Benteng, Mulya Wardana SKM MM ketika melakukan foto bersama tim akreditasi dari Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu di Puskesmas Tanjung Dalam, kemarin (13/7).

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Tim akreditasi yang merupakan gabungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu melakukan survei ke 6 (enam) UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Bengkulu Tengah. Yakni, di Puskesmas Jambu, Puskesmas Tanjung Dalam, Puskesmas Sekayun, Puskesmas Pagar Jati dan Puskesmas Arga Indah 2.

“Survei yang dilakukan tim areditasi sudah dilakukan dalam sepekan ini. Hari ini (kemarin,red), tim akreditasi melakukan penilaian di Puskesmas Tanjung Dalam dan Puskesmas Jambu,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah, Mulya Wardana SKM MM, Jumat (13/7).

Dari penilaian yang telah dilakukan, sambung Mulya, semua kelengkapan yang terdapat di Puskesmas dilakukan penilaian secara keseluruhan. Dimulai dari kelayakan gedung, pelayanan, administrasi hingga pengadaan alat kesehatan (Alkes). “Yang paling utama pada poin penilaian adalah kelengkapan dokumen administrasi serta sarana dan prasarana,” terang Mulya.



Diungkapkan Mulya, penilaian atau akreditasi UPT Puskesmas di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dilakukan secara bertahap. Sejak tahun 2016 lalu, baru 8 (delapan) Puskesmas yang telah terakreditasi. “Pada tahun 2016, 2 Puskesmas sudah mendapatkan sertifikat akreditasi dan pada tahun 2017 lalu sebanyak 6 Puskesmas,” bebernya.

Lebih lanjut, Mulya menerangkan, bahwa akreditasi merupakan salah satu ketentuan yang harus dipenuhi oleh seluruh Puskesmas. Jika hingga 2019 mendatang sertifikat akreditasi belum dikantongi, dapat dipastikan Puskesmas tersebut akan mendapatkan masalah besar. Yakni tidak bisa melayani masyarakat secara optimal lantaran kerjasama antara Puskesmas dengan BPJS tak lagi bisa dilakukan.

“Dari 20 Puskesmas yang ada di Kabupaten Benteng, hanya tinggal 6 Puskesmas lagi yang belum di nilai oleh tim akreditasi. Diharapkan, semuanya bisa dituntaskan pada tahun 2019 mendatang,” demikian Mulya.(135)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*