Tikus Serang Tanaman Padi di Lebong

URAM JAYA, BE – Para petani padi di wilayah Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya kini terancam gagal panen akibat 200 hektar tanaman padi mereka yang masih berumur 2-3 bulan nyaris habis dimakan tikus. Tanaman padi warga ini merupakan pelaksanaan tanam ke 2 kali setelah sebelumnya pada bulan Agustus lalu mereka panen pada musim tanam pertama. Kini petani setempat hanya pasrah menerima keadaan itu.

Seperti yang diungkapkan Lil (40) dan Mega (32), petani di Desa Lemeu, jika serangan hama tikus tersebut mulai terjadi sekitar 10 hari lalu. Saat ini mereka mengaku pasrah melihat tanamannya tidak tumbuh sempurna dan sebagian habis dimakan tikus. “Saya sudah pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa melihat tanaman padi karena habis dimakan tikus. Meskipun ada sebagian yang hidup tanaman padinya, namun tikus semakin banyak menyerang tanaman dan akhirnya nanti habis juga. Padahal, jika tidak dimakan tikus, setelah lebaran haji ini kami akan mulai panen,” ujar Lil saat ditemui wartawan di sawahnya kemarin.

Akibatnya, lanjut Lil, dirinya saat ini diperkirakan mengalami kerugian kurang lebih Rp 10 juta akibat gagal panen. Untuk itu, ia bersama petani lainnya mengaharapkan adanya perhatian lebih dari pemerintah dalam mempersiapkan racun tikus ataupun dana pengganti puso atau gagal panen.

“Kami tidak terlalu mengharapkan dana pengganti tersebut, yang kami harapkan yakni berhasilnya panen pada tanam dua kali tersebut. Namun jika pemerintah memang ingin membantu dengan dana pengganti tersebut. Selain itu, saya berharap jika memang nanti adanya dana bantuan gagal panen saya harap jangan diberikan ke kelompok tani tetapi langsung ke petaninya, sebab saya khawatir dana tersebut tidak akan sampai ke petani,” jelas Lil.

Terpisah, Camat Uram Jaya, Jafri SSos ketika dikonfirmasi wartawan mengaku baru mendapatkan laporan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan pendataan berapa hektar lahan sawah petani yang dimakan tikus bersama dengan petugas atau penyuluh pertanian yang ada di Kecamatan tersebut. “Ya kita juga baru menerima laporan tersebut, saat ini kita sedang melakukan pendataan berapa luas lahan sawah yang dimakan tikus bersama petugas pertanian yang ada di Kecamatan Uram Jaya,” pungkas Jafri.(777)