Tiga Siswi SMP Jadi Korban Trafficking

Kasus trafficking kembali mencuat. Kali ini menimpa tiga siswi salah satu SMP swasta di Kota Bandarlampung. Yaitu DN (14), MKS (14), dan LW. Ketiganya warga Telukbetung Selatan, Bandarlampung. Dari kasus ini, aparat kepolisian berhasil mengamankan Deby (33), perempuan yang diduga mucikari yang menjual tiga siswi itu di daerah Kotabumi, Lampung Utara.

Peristiwa penjualan anak di bawah umur ini terjadi pada Jumat (28/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Kasus itu bermula ketika ketiga korban bertemu dengan pelaku yang mengendarai mobil Kijang Innova warna biru metalik bernomor polisi BE 2472 BE tidak jauh dari lampu merah di Jalan P. Diponegoro, Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Berdasarkan penuturan MKS (14), perkenalannya dengan Deby berawal pada Selasa (26/9). Ketika itu, ia mengobrol dengan rekannya NV (DPO). Kepada NV, MKS meminta untuk dicarikan seorang pria sebagai pacar. Menanggapi hal ini, NV memberi nomor telepon Deby. Pada Kamis (28/9) sekitar pukul 13.00 WIB, MKS bertemu tersangka di depan Hotel Marcopolo. Lalu keduanya membuat janji bertemu keesokan harinya.

Pada waktu yang ditentukan, ketiga korban yang masih mengenakan seragam pramuka bertemu pelaku di Jalan Diponegoro. Kala itu tersangka didampingi dua rekannya, AR dan SV (DPO). Mereka lantas diajak oleh pelaku ke daerah Kotabumi, bertemu dengan seorang mami dan pria hidung belang di salah satu rumah makan.

’’Sebelum sampai di Kotabumi, kami diajak dulu sama Mbak Deby ke Ramayana untuk beli baju. Setelah sampai di rumah makan sekitar pukul 16.00, kami bertemu mami dan orang yang mengaku polisi. Setelah itu, kami diajak ke sebuah hotel kecil. Hotelnya masuk dalam gang,” ungkap MKS saat ditemui di Mapolda Lampung kemarin (29/9).

Mungkin karena takut, LW dan DN menangis. Deby dan AR lalu mengantarkan keduanya pulang ke Tanjungkarang. Sementara dirinya bersama SV masuk ke dalam hotel untuk melayani pria hidung belang yang belum diketahui identitasnya itu.

’’Di sana (Kotabumi, Red) kata mami kami disuruh melayani om-om. Kata mami, kami akan dikasih uang Rp4 juta. Tetapi karena kedua teman saya nangis-nangis minta pulang, saya terpaksa melayani om itu. Setelah selesai, mami dikasih uang Rp 500 ribu sama om itu. Tetapi saya cuma dikasih Rp10 ribu sama mami,” bebernya.

Perempuan berambut panjang ini menambahkan, setelah diberi uang, pada Sabtu (29/9) sekitar pukul 07.00 dirinya nekat naik ojek pulang ke Bandarlampung.

Sementara Kuswara Aditya (26), kakak kandung MKS, menceritakan, dirinya pada Jumat (28/9) sekitar pukul 16.00 mendapat SMS dari Deby yang meminta izin membawa MKS mencari anaknya yang sudah tiga hari menghilang.

’’Sebelum SMS, dia (Deby, Red) menelepon saya dahulu, minta izin membawa adik saya pergi. Katanya untuk membantu mencarikan anaknya. Dia janji memulangkan adik saya malam hari sekitar pukul 20.00. Tetapi setelah saya tunggu, ternyata adik saya nggak pulang-pulang. Jam 21.00, saya dapat kabar kalau teman adik saya ada di polda,” tuturnya.

Saat diwawancarai, Deby mengaku dirinya tidak bermaksud menjual ketiga anak tersebut kepada pria hidung belang. Deby mengaku hanya membantu MKS mencarikan sejumlah uang.

’’MKS bilang sama saya kalau dia membutuhkan uang untuk berobat orang tuanya yang sedang sakit. Karena saya kasihan sama dia, makanya saya tawarkan apakah mau melayani seseorang dengan bayaran Rp4 juta. Ternyata dia mau. Ya sudah saya ajak dia ke sana (Kotabumi),” katanya sembari menundukkan wajah.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih membenarkan penangkapan itu. Dia mengaku masih mengembangkan kasus tersebut.

‘’Iya Mas, tadi (kemarin, Red) kami menangkap seorang wanita yang diduga mucikari. Kami masih mengembangkan pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam penjualan itu,” ungkap Sulis –sapaan akrabnya.(JPNN)