Tiga Rumah Hangus Terbakar

rumah warga dusun betawar, Desa kembang Seri, Pino raya hangus
IST/Bengkulu Ekspress
TERBAKAR: Akibat kompor meledak, tiga rumah warga hangus terbakar di Dusun Betawar Desa Kembang Seri, Pino Raya, Selasa (18/9) sore.

PINO RAYA, Bengkulu Ekspress – Warga Dusun Betawar, Desa kembang Seri, Pino Raya, Selasa (18/9) sore mendadak heboh. Pasalnya dalam waktu bersamaan, 3 rumah warga setempat hangus terbakar. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun ke-3 korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Sarno Admi, Kepala Desa kembang Seri mengatakan peristiwa kebakaran hebat terjadi, Selasa sore sekitar pukul 16.35 WIB. Adapun ke-3 rumah yang hangus terbakar tersebut milik Beriduak, Rihin dan Darwin. Penyebab kebakaran diduga akibat kompor gas meledak di rumah Beriduak. “Rumah yang terbakar pertama kali milik Beriduak, kemudian rumah Rihin dan Darwin,” katanya.

Sarno menjelaskan, kronologis terjadinya kebakaan berawal, saat itu anak Beriduak sedang memasak air menggunakan kompor gas. Kemudian tiba-tiba kompor meledak. Melihat hal tersebut anak Meriduak langsung berteriak minta tolong. Melihat api yang sudah membesar, warga berusaha memberikan pertolongan. Hanya saja karena hanya menggunakan peralatan seadanya, sedangkan mobil pemadan kebakaran meskipun tidak bisa masuk ke lokasi. Sebab rumah korban berada di seberang sungai dan harus melewati jembatan gantung. Sehingga warga tidak berhasil memadamkan api.

Akibatnya rumah Beriduak hangus. Sedangkan rumah Rihin dan Darwin juga ikut hangus, sebab lokasinya berdekatan dengan rumah Beriduak.



“Saat terjadi kebakaran, Rihin dan keluarganya, juga Darwin dan istrinya serta Beriduak dan istrinya sedang di kebun, hanya ada Beriduak yang ada di rumah,” ujarnya.

Dengan kejadian ini, Sarno mengatakan hal itu lantaran jembatan menuju rumah warga hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa melintasinya.Oleh karena itu, dirinya berharap ke depan, Pemda Bengkulu Selatan dapat membangun jembatan permanen ke desanya, Sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, mobil pemadam kebakaran bisa masuk.

“Kalau jembatan bisa dilewati mobil pemadam kebakaran, kami yakin akibatnya tidak akan separah ini, kami sangat berharap pemda Bengkulu Selatan bisa membangun jembatan permanen menuju desa kami,” harap Sarno. (369)