Tiga Pencuri Ternak Diringkus

RIO-3 TSK KOMPLOTAN CURNAK DI TANGKAP POLISI (1)
BENGKULU, BE – Satuan Reskrim Polres Bengkulu kembali berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian ternak (curnak) dengan menyemblih langsung atau membantai hasil semblihannya di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Ketiganya berhasil ditangkap jajaran Polres Bengkulu pada Jum’at (1/05) lalu.
“Kita berhasil menangkap 3 orang dengan inisial SD (53), AM (56) dan CG (45). Adapun alat yang digunakan ketiganya untuk beraksi yakni satu unit sepeda motor dan parang,” kata Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta SIk saat press release, Kamis (5/7) kemarin.
Dijelaskannya, modus pencurian tiga pelaku ini yakni, sapi yang dilepas oleh pemiliknya itu disurvei oleh pelaku secara diam-diam. Setelah melihat sapi itu tidak ada pemiliknya di TKP, maka sapi itupun langsung diambil oleh pelaku. Sapi yang diambil tersebut digiring pelaku ke tempat sepi dan semak-semak. Saat tiba di semak-semak itulah sapi itu diikat, setelah diikat oleh para pelaku, merekapun pulang. Saat malamnya, barulah pelaku ini beraksi, sapi yang tadinya diikat di semak-semak disembelih, dikuliti dan diambil dagingnya.
“Karena itulah kita agak kesusahan juga mengungkapnya, memang dari pengakuan dari para tersangka ini dia baru melakukannya sekali, tetapi hasil dari lidik kita, ini dimungkinkan banyak TKP nya,” ujar Kapolres.
Kapolres menambahkan, polisi berhasil menangkap ketiga pelaku karena adanya laporan masyarakat yang sudah mencurigai ketiganya. TKP terakhir tempat pelaku melakukan aksinya yakni di pondok kebun sawit milik Tarman (45) di RT 23 Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Untuk barang bukti yang berhasil diamankan polisi ada tali pengikat sapi dan juga satu buah parang besar yang digunakan untuk menyembelih sapi. “Masih ada dua orang yang belum tertangkap, dan saat inimasih kita cari yakni atas nama HR dan GT yang merupakan penadah hasil curian,” kata Kapolres.
Setelah mencuri dan menyemblih sapi di TKP, pelaku langsung menjual dagingnya pada HR dan GT, namun harga jual daging tersebut sangat murah. Jika satu ekor sapi biasanya di jual di pasaran Rp 9 juta, ketiga pelaku hanya menjual Rp 1,5 juta saja pada penadahnya.
“Untuk diketahui sejak ada laporan mengenai curnak ini, kita rajin melakukan patroli dan saat ketiganya telah ditangkap, sampai saat ini tidak ada kejadian pencurian ternak, padahal sebelumnya satu minggu 3 kali, jadi patut diduga orang ini,” pungkasnya.(927)