Tiga Nelayan Bengkulu Selatan Nyaris Tewas

ASRI/Bengkulu Ekspress KARAM: Satu perahu nelayan kembali karam dihantam ombak saat hendak mendarat, Rabu (13/6/2018) pagi.
ASRI/Bengkulu Ekspress KARAM: Satu perahu nelayan kembali karam dihantam ombak saat hendak mendarat, Rabu (13/6/2018) pagi.

PASAR MANNA, Bengkulu Ekspress – Kecelakaan di laut yang dialami para nelayan di Bengkulu Selatan (BS) kembali terjadi. Kali ini dialami 3 nelayan Bengkulu Selatan yakni Agok (37) dan suherlan (38), keduanya warga Desa Ketaping, Manna serta Irlan (40) warga gang Gama, Kota Manna. Pasalnya perahu ke-3 nelayan ini dihantam ombak. Beruntung mereka selamat, namun perahu mereka rusak dan semua tangkapan ikan mereka hilang saat digulung ombak.

Suherlan, salah satu nelayan menuturkan, kejadian perahu karam dihantam ombak tersebut, Rabu (13/6/2018) sekitar pukul 06.00 WIB di depan muara sungai air manna atau berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penambatan perahu nelayan.

“ Saat kami mau masuk dermaga,ombak besar datang, sehingga perahu kami langsung terbalik,” katanya saat ditemui di pantai pasar Bawah, Rabu (13/6/2018).

Suherlan menceritakan, kronologis kejadian tersebut berawal, sebelumnya, Selasa (12/6/2018) sore, dirinya dan ke-2 rekannya melaut menggunakan satu perahu. Kemudian pagi kemarin usai melaut, mereka mau pulang. Saat hendak masuk ke muara, tanpa disadari, tiba-tiba datang ombak besar dengan ketinggian lebih dari 3 meter. Kemudian ombak tersebut menghantam perahunya. Akibatnya perahu terbalik. “Saat perahu terbalik, kami langsung terlempar ke laut, setelah itu kami kembali mendekati perahu dan akhirnya berpegangan ke perahu tersebut hingga mendarat,” ujarnya.

Selanjutnya, sambung Suherlan, ketika perahu terbalik, semua ikan hasil tangkapan, bahkan sebagian jaring hilang, tidak hanya itu, mesin perahu mati dan perahu pecah. Akibatnya, dirinya dan kedua rekannya mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Beruntung, saat perahu terbalik, nelayan yang lain melihat kejadian tersebut, sehingga langsung memberikan pertolongan. Dengan begitu, ke-3nya hanya terombang-ambing diatas perahu selama 30 menit.

“ Sekitar 30 menit kami hanya berpegangan dengan pinggir perahu sebelum bisa sampai ke pinggir pantai, Alhamdulillah meskipun hasil tangkapan hilang dan perahu rusak, kami bertiga tidak apa-apa,” demikian Suherlan. (369)