Tiga Mimpi Dahlan yang Akhirnya Tercapai

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menceritakan, awalnya, ia sama sekali tidak memiliki keinginan menjadi pejabat negara seperti sekarang.

“Keinginan puncak saya setelah mapan sebenarnya saat itu hanya tiga: menjadi guru jurnalistik, menulis buku, dan mengurus sekolah madrasah,” kata Dahlan saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di SMA Negeri 3 Yogyakarta, Rabu, 3 Oktober 2012.

Menurut dia, ketiga keinginan itu pun sudah tercapai. Saat ini, Dahlan telah menghasilkan tujuh buah buku yang ditulis dan berhasil mengurus sebuah sekolah madrasah di Magetan, Jawa Timur, yang sudah berjalan lima tahun. Sekolah itu merupakan hasil kerja sama dengan istri mantan Perdana Menteri Singapura.

Namun, setelah mewujudkan mimpinya dalam kerja-kerja sosial itu, kata Dahlan, tiba-tiba dirinya mendapat panggilan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengurus Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Mungkin Pak Presiden saat itu melihat saya ini pengangguran, tidak pernah ke kantor, jadi diberi pekerjaan,” kata Dahlan bercanda. Ia mengaku kaget kala mendapat tawaran itu karena dirinya bukan orang yang memiliki dasar ilmu teknik. Terlebih bidang kelistrikan. “Saya enggak paham apa itu ampere, watt, kok diminta memimpin perusahaan listrik yang saat itu kondisinya sedang biarpet (hidup-mati) luar biasa,” kata dia.

Dahlan pun menambahkan bahwa akhirnya tawaran itu diterima karena ia berniat memperbaiki pelayanan masyarakat. Lalu ia pun naik kembali ke level berikutnya, sebagai seorang menteri.

“Tidak ada keinginan sama sekali menjadi menteri, wong ayah saya buruh tani,” katanya. Waktu itu, Dahlan hanya ingin punya sepeda karena seluruh teman sekolahnya punya, sedangkan dia terpaksa jalan kaki enam kilometer tanpa alas kaki.(tempo.co)