Tiga Kecamatan Dijadikan Penangkaran Bibit Padi

KOTA BINTUHAN, BE- Gagalnya benih padi dari pusat, membuat daerah segera mengatasi benih padi untuk petani. Tahun depan Pemkab Kaur merencanakan mengembangkan benih penangkaran di tiga wilayah yakni Padang Guci, Kinal dan Nasal. Mengingat 3 kecamatan tersebut merupakan daerah irigasi sehingga cocok untuk dibuat penangkaran padi. “Untuk mengatasi kekurangan binih padi saat ini, selain masyarakat untuk menyuplai bibit ke lokasi yang banyak bibitnya. Maka tahun depan kita buat penangkaran sendiri itu jalan satu-satunya,” ujar Bupati Kaur Dr Ir H Hermen Malik MSc.

Menurutnya, kegagalan benih padi ke daerah memang wewenang pusat karena persoalan ini sudah nasional. Namun sebelumnya seharusnya bisa memberikan informasi. Sehingga daerah tidak kebingungan. Sementara ini pemkab sudah mengintrusikan dinas Pertanian untuk mencarikan solusi. Yakni dengan meminta bantuan benih padi kepada petani lainya yang ada stok.”Kemungkinan petani Kinal ada stok bibit kita minta untuk petani yang kukrangan, jikapun tidak ada kita cari keluar kemungkinan di Manna atau lokasi yang ada penangkaran,” jelasnya.

Namun demikian tahun depan pemerintah berjanji 3 kecamatan itu akan memenuhi stok benih untuk wilayah Kaur.” kita akan bangun 3 penangkaran itu dengan baik, sehingga tidak ada cerita kekurangan benih,” tegas Hermen.

Sementara itu, Kadis Pertanian Asmawan SSos mengatakan pihaknya akan mencari lokasi yang tepat di 3 kecamatan tersebut, tentunya lokasi yang mempunyai stok air yang berlimpah. Mengingat idealnya penanggkaran  padi dilaksanakan pada areal sawah seluas 370 Ha dan ini bisa melibatkan sekitar 27 kelompok penangkar padi dengan ansumsi luas per kelompok penangkar 15 Ha. Namun saat ini pihaknya masih melakukan perancangan apakah ada lahan untuk penangkaran.”Sebelumnya kita memberikan solusi kepada petani soal penangkaran, karena tujuanya untuk kita semuanya. Disamping itu juga bisnis penangkaran benih padi yang sangat menjanjikan dan bisa menambah penghasilan karena nilai jualnya akan jauh lebih tinggi dari menjual gabah biasa,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi III Juahari Salim SSos mengatakan bahwa pihaknya mendukung adanya penangkaran tersebut. Jika bisa dalam KUA PPAS nantinya saat dibahas pihaknya minta ada anggaran untuk pembuatan penagkaran.”Hal ini untuk mengatasi benih padi yang kekuarangan, tahun ini kita maklumi karena sudah nasional. Namun tahun depan kita berusaha menyuplai binih, namun semuanya harus ada anggaran,” tukasnya.(823)