Tiga Kali Gagal Nyaleg, Kuli Bangunan Jadi Ketua DPRD

Suprianto

Mengenal Soso, Supriato; Ketua DPRD Kota Periode 2019-2024

Suprianto, anak kedua dari 7 bersaudara dari keluarga kurang mampu, yang secara mandiri berjuang untuk hidup mulai jadi kuli bangunan, dagang kue kecil, pengumpul barang bekas, TKI malaysia, kini jadi Ketua DPRD Kota Bengkulu.

Sederhana, itulah yang menjadi identik dengan sosok Suprianto pria kelahiran Kota Bengkulu tanggal 5 Juli 1973 ini sudah mampu mencatatkan namanya sebagai Ketua DPRD Kota Bengkulu terpilih periode 2019-2023 dan dilantik pada tanggal 21 Agustus 2019. Anak dari pasangan Bapak Jusa dan Ibu Rasmaini yang memiliki usaha bengkel sepeda pagar dewa ini memiliki perjalanan hidup yang cukup inspiratif. Karena, dengan latar belakang keluarga yang kurang mampu bisa dipercayai oleh masyarakat untuk menjadi wakil rakyat 5 tahun kedepan.

Tak seperti anak-anak zaman sekarang, kehidupan kecil Suprianto hingga dewasa kerap merasakan pahitnya kehidupan bahkan sempat tidak memiliki uang sama sekali. Ditambah lagi kerasnya didikan orang tua membuat Suprianto harus berjuang untuk bisa mencari sesuai nasi agar tidak membebani perekonomian keluarga.  Ia memulai pekerjaannya sebagai seorang kuli bangunan yang hanya mencukupi untuk makan sehari-hari.

“Saya kerja jadi kuli bangunan sejak tahun 1993 saat itu baru tamat sekolah, alhamdulillah bisa mencukup makan 2 kali sehari,” ujar Suprianto.



 

Tak hanya itu demi mencukupi kebutuhan ia juga ngampas barang ke warung-warung, kemudian berjualan kue-kue kecil yang dititipkan, dan juga sempat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia 2000-2002. ” Saya menikah 2006, dan saat itu kerja di gudang barang bekas,” ucapnya.

Meski menerima banyaknya tekanan kehidupan namun ia memiliki prinsip yang kuat untuk tidak pernah meminta bahkan tak ingin dianggap miskin. Dengan kegigihannya ia sempat bekerja sebagai pengawas lapangan di PT Rodateknindo sejak 1999 lalu hingga sekarang. “Saya pernah dikasih beras raskin oleh pak RT tetapi saya tolak saya menganggap ada yang lebih membutuhkan dari saya,” jelasnya.

Pada tahun 1999 Suprianto mencoba pengembangan diri melalui Partai Politik (Parpol) dan dipercayai sebagai Ketua Ranting Partai Amanat Nasional (PAN) Pagar Dewa. Dengan kemampuannya dalam bidang politik membuat Suprianto terus dipercaya untuk menduduki jabatan di internal PAN, dan hingga kini jabatan terakhirnya adalah Sekretaris DPD PAN Kota Bengkulu.

Melihat banyaknya dukungan dari keluarga dan kerabat Suprianto mencoba untuk melakukan pencalonan legislatif (caleg) di Kota Bengkulu. Namun, sebelum berhasil terpilihnya sebagai Ketua DPRD kota saat ini, Suprianto sebelumnya sudah sempat 3 kali gagal mencalonkan diri. Dimulai pada tahun 2004, hanya saja keberuntungan belum memihak pada Suprianto karena belum mencukupi suara untuk terpilih yang pada saat itu hanya berhasil mengumpulkan suara 112 suara. Kemudian, ia kembali mencalonkan diri pada 2009 dan hanya memperoleh 461 suara. Selanjutnya, pada Pileg 2014 kembali mencoba mencalonkan diri pada tahun 2014 namun kembali gagal karena hanya mengantongi suara 1412.

Menurut Suprianto, kegagalan ini tidak sama sekali membuat dirinya patah semangat dan terus menjadikan sebagai pembelajaran serta bahan evaluasi diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hingga akhirnya pada Pemilu 2019 lalu Suprianto memperoleh suara terbanyak ditingkat DPRD kota yakni mencapai 4568 suara.
Berkat semangat dan kerja kerasnya selama ini tentu membuah hasil, dan saat ini dipercaya tak hanya menjadi anggota saja tetapi menduduki kursi Pimpinan DPRD kota.

“Setiap kegagalan saya mengambil hikmah sehingga ada pembelajaran dari sana. Yang jelas setiap kebaikan orang tidak pernah saya lupakan, sekalipun saya kalah pada saat itu tetap saya jadi hubungan yang baik,” ungkapnya.

Suprianto bertekad bahwa dengan diberikannya amanah sebagai Ketua DPRD kota ia akan menjadikan Kota Bengkulu lebih baik, dan sesuai dengan fungsi sebagai wakil rakyat ia akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat mulai dari lapisan bawah agar mendapatkan hak-haknya. “Insyallah saya perjuangkan kesejahteraan masyarakat, dengan posisi sekarang saya ingin berbuat yang lebih baik untuk orang banyak,” ucapnya. (**)

Riwayat Pendidikan
-SDN 12 Pagar Dewa (1986)
-SMP 5 Pagar Dewa (1989)
-SMKN 2 (1993)
-Universitas Terbuka (2013).

Nama Istri : Ayu Chairani
(IRT)
Anak :
– Ghina Zhafirah Azzah (11)
– Ghaly Zhafran Aly (9)
– Gitta Zaheera Afifa (5)

Alamat:
Jalan Depati Payung Negara RT 23 RW 05 no 47 A Kelurahan Pagar Dewa

MOTTO Hidup :
Selagi masih ada kesempatan jangan berhenti berjuang, jadikan kegagalan sebagai motivasi.




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*