Tiga Harimau Teror Warga

bankai sapi yang dimakan harimau yang menyisakan bagian perut dan kepada sajaKETAHUN, BE – Baru-baru ini warga Desa Air Simpang Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara (BU) dihebohkan dengan keberadaan tiga ekor harimau yang sudah berkeliaran di wilayah perkebunan warga Keresahan masyarakat semakin bertambah ketika binatang buas tersebut sudah memangsa seekor sapi milik Pani (50), warga Desa Air Simpang III Senin (30/12) lalu.
Diduga harimau tersebut masuk ke wilayah perkebunan warga sekitar dua minggu yang lalu. Tak sedikit pula warga yang sudah menyaksikan keberadaan tiga ekor harimau terdiri dari harimau jantan, induk dan anak. Kepala Desa (Kades) Air Simpang, Kamaruzaman membenarkan terkait keberadaan harimau tersebut dan saat ini pihaknya tetap memberikan intruksi pada warga untuk waspada.
Diperkirakan ketiga ekor harimau itu masih berkeliaran. “Kita sangat resah dengan munculnya tiga harimau itu, apalagi sudah memangsa ternak warga kami, hanya waspada yang bisa kami lakukan,” ujar Kades.
Dikhawatirkan, jika warga tidak waspada, harimau itu akan semakin mendekat ke wilayah pemukiman warga, dan sudah tentu keberadaannya bisa memangsa manusia.
Ia juga menuturkan jika seekor sapi yang sudah menjadi mangsa itu sedang dilepas di wilayah kebun karet warga, dan pemilik sapipun tidak mengetahui jika hewan peliharaannya itu sudah dimakan binatang buas itu. Anehnya sapi tersebut tidak dimakan sampai habis, hanya bagian paha dan leher saja yang dimakan, sehingga sisanya menjadi bangkai dan tergeletak di lokasi semula.
Peristiwa tersebut sudah diaporkan pada pihak kecamatan setempat supaya untuk segera dilakukan tindakan sehingga masyarakat saat ini tidak lagi resah. “Kita sudah sampaikan pada warga untuk tetap siaga, jangan sampai harimau ini kedepannya kembali menelan korban, baik hewan ternak maupun warga itu sendiri,” jelas Kamaruzaman.
Selain itu, kata Kades, dia meminta pada warga untuk melaporkan segera jika masih melihat keberadaan tiga ekor harimau itu. Karena perkiraan saat ini harimau itu masih tetap berada di wilayah perkebunan karet warga. Warga berharap binatang buas ini segera pergi dari wilayah desa, karena menganggu aktivitas warga.
Selain itu pihak BKSDA provinsi Bengkulu juga diharapkan segera turun ke lokasi dan memasang perangkap hewan buas. “Kondisinya warga tidak berani datang ke kebun karena takut dimangsa, namun kita juga sudah bentuk tim untuk tetap memantau keberadaan harimau ini. Harapan kami pihak BKSDA Provinsi segera meninjau lokasi untuk melakukan tindakan antisipasi dengan memasang perangkap harimau,” tandasnya.
Sementara Camat Ketahun Ir Budi Sampurno, menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan terkait keresahan masyarakat Air Simpang saat ini. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya sudah melaporkan ke BKSDA Provinsi. Masyarakat diharapkan tetap waspada, mengingat binatang buas ini diperkirakan masih berada di wilayah Desa Air Simpang. Mendapat laporan tersebut, pihak kecamatan langsung berkordinasi dengan pihak Polsek dan Koramil Ketahun untuk mengecek secara langsung di lokasi kejadian. “Binatang buas ini masih berkeliaran di wilayah desa itu selagi bangkai sapi yang sudah dimangsannya itu belum habis, kita tetap berkordinasi dengan pihak BKSDA jika memang masih ada warga yng menyaksikan maka tim BKSDA kita panggil lagi untuk memberikan tindakan selanjutnya, meminta untuk dipasang perangkap saja,” demikian Camat.(117)