Tiga Hari Menghilang, Warga Bengkulu Utara Ditemukan Tewas

jenazah_mayat_indah-large
Foto : IST

ARGA MAKMUR, BE – Setelah selama 3 hari sempat menghilang tepatnya Jumat (28/6), akhirnya warga Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Supardi (59) ditemukan sudah tidak bernyawa di aliran sungai Air Lais, Desa Senali Kecamatan Arga Makmur, pada Minggu (30/6).

Keterangan dari Kepala Desa Senali Nasrul, mayat Supardi ditemukan oleh seorang warga Desa Senali Buksin (59) dan Edi (30) yang sedang memancing di dekat lokasi ditemukannya mayat.

“Waktu itu saksi Buksin sedang memancing. Kemudian, melihat tas mengapung. Saat didekati, ternyata mayat laki–laki, kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke warga lainnya. Lalu warga bersama dengan aparat kepolisian melakukan evakuasi korban menuju ke RSUD Arga Makmur,” kata Nasrul.

Isteri korban Siska (49) saat berada di RSUD menceritakan, awalnya saat korban usai melakukan ibadah Salat Jumat di masjid setempat sang istri mengajak korban pulang, namun korban menolak dengan alasan ingin pulang sendiri. Ternyata sang istri tidak mendapati korban sampai ke rumah hingga menjelang malam. Akhirnya istri dan warga langsung mencari korban namun tidak diketemukan.

“Biasanya suami saya kalau pulang dari masjid atau dari kebun itu sama saya, tetapi waktu itu dia gak mau barengan. Sudah lama saya tunggu kok nggak sampai-sampai ke rumah, akhirnya kami cari-cari nggak ketemu,” kata Siska.

Ketika dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres BU, AKP Jery Antonius Nainggolan SIK membenarkan hal tersebut. Korban ditemukan tewas pada pukul 13.30 WIB, Minggu (30/6), setelah menghilang 3 hari dari Jumat (28/6) lalu.

“Dan hasil penyelidikan kami tidak ada tanda kekerasan terhadap tubuh korban, dan pihak keluarga korban juga menerima kejadian ini sebagai musibah, dikarenkan memang korban agak sedikit pikun dan terganggu pendengarannya.

“Ya dari hasil penyidikan kita ditubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan, ini murni kecelakaan. Keluarga korban juga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Saat ini, korban sudah dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan di peristirahatan terakhir,” tandasnya. (127)