Tiga Hari Menelpon Ibu, Berry Selalu Menangis

ist/Bengkulu Ekspress KENANGAN: Foto pernikahan Briptu Berry Permana bersama istrinya, Whinda.
ist/Bengkulu Ekspress KENANGAN: Foto pernikahan Briptu Berry Permana bersama istrinya, Whinda.

Hari Ini Dimakamkan di TMP Balai Buntar, Bengkulu Secara Militer

Suasana berduka masih terus terlihat di kediaman orang tua dari alm Berry Permana Putra, Lena Silawati (49) di Komplek Pepabri di RT 18 RW 04 Keluarahan Lingkar Barat Kota Bengkulu. Rasa tidak percaya jika putra kesayangannya tersebut sudah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Budhi Sulaksono,
Kota Bengkulu

DUKA mendalam dialami keluarga dari alm Briptu Berry Permana Putra yang gugur dalam tugas sebagai anggota Brimob Den B Timika Polda Papua.

Lena Silawati (49) ibu kandung alm Berry Permana Putra tidak henti-hentinya menangis, saat mengingat kata-kata terakhir dari putranya itu.

Sebelum hari Berry Permana dinyatakan gugur ketika menjalankan tugas sebagai anggota Brimob di Papua, ia sempat video Call dengan ibu dan kedua adiknya.

Tidak seperti biasanya alm Berry menelpon tiga hari lalu sambil menangis. Sehingga terasa ada sesuatu tang beda.

Pasalnya selama ini Berry tidak pernah menelpon dirinya sambil menangis seperti itu. Bahkan sejak Berry bertugas di Polda Papua tahun 2011 lalu.

“Saya sangat kehilangan dengan kepergian Berry, karena baru 7 bulan yang lalu Berry pulang karena mau menikah.

Sekarang sudah tidak ada lagi untuk selama-lamanya yang hal ini bagaikan mimpi,” ujar Lena, ibu kandung alm Berry sambil meneteskan air mata.

Ia menuturkan, Berry merupakan tulang punggung keluarga sejak kepergian ayahnya sejak tahun 1996 lalu. Dia merupakan putra dan anak yang sangat peduli dan perhatian terhadap keluarganya, baik terhadap dirinya maupun kedua adiknya. “Bulan Maret 2017 yang lalu merupakan bulan terakhir kami melihat Berry saat Berry menjalankan pernikahan dan sekarang hanya bisa memandangi foto dan video Berry saja,” ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.

Ia mengungkapkan, sejak lulus dari SMA 2 tahun 2010 dan menjadi anggota Brimob pada tahun 2011 lalu, anak saya memang langsung bertugas di Papua.

Berry sempat pulang beberapa kali ke Bengkulu dalam beberapa bulan terakhir, untuk melangsungkan pernikahannya dengan Winda, seorang gadis asal Kepahiang.

Keduanya lalu menikah pada bulan Maret 2017 lalu dan langsung memboyong istrinya tersebut ke Papua setelah melangsungkan pernikahan.

Lena juga menjelaskan, memang kepribadian alm selama ini dikenal pendiam, namun peduli dengan keluarga, selalu menelpon jika mau melakukan penyisiran di daerah-daerah rawan dan selalu mengirim uang jika saya ada keperluan mendadak. “Anaknya pendiam, orangnya baik, tapi memang tidak banyak bicara namun sangat sayang kepada kedua adiknya ini,” ucapnya.

Ia menjelaskan, meskipun terpukul akibat kepergian Berry yang merupakan putra kesayangannya dan tulang punggung keluarganya, namun saya iklas melepaskan kepergian Berry untuk selama-lamanya.

Sudah banyak pengorbanan dan perhatian yang dilakukan Berry terhadap keluarganya selama ini, meskipun sampai detik ini pihak keluarga masih menganggap kepergian Berry sebagai mimpi.

“Berry akan selalu kami ingat dan selalu ada selamanya dalam hidup kami, namun memang wujudnya sudah tidak ada lagi, tinggal kenangannya saja, namun saya bangga dengan prestasi dan pekerjaan Berry yang sudah mengharumkan keluarga selama ini,” tutupnya.

Dijadwalkan hari ini, Selasa (24/10) jenazah alm Berry Permana yang gugur saat menjankan tugas akan tiba di Bengkulu. Bery akan dimakamkan secara militer dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH di Taman Makam Pahlawan Balai Buntar.

Kapolda Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH menjelaskan, untuk proses pemakaman yang berlangsung secara militer, hal itu dikarenakan alm Berry gugur saat sedang menjalankan tugas untuk mengamankan wilayah di Papua dari kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Sabinus waker di daerah Jembatan Utikini Tembagapura. “Alm Berry merupakan anggota Brimob yang gugur dalam ketika sedang bertugas dan merupakan putra asli Bengkulu sehingga sudah wajar dan patut kita sambut jenazahnya dengan upacara militer,” tuturnya kepada wartawan.

Sementara itu mengenai anggota Brimob Bengkulu yang sekarang menjalani Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Papua untuk mengamankan area PT Freeport dalam keadaan sehat dan sekitar 1 bulan lagi sudah kembali lagi ke Provinsi Bengkulu.

Kepala Satuan (Kasat) Brimob Polda Bengkulu, Kombes Pol Tri Yunianto mengatakan, meskipun alm Briptu Berry Permana belum pernah bertugas di Polda Bengkulu, namun sebagai satu profesi yakni anggota Polri terutama satuan Brimob, pihaknya sangat kehilangan.

“Kita juga sangat merasakan kehilangan sama seperti apa yang dirasakan oleh pihak keluarga sekarang inimeskipun Berry belum pernah bertugas di Polda Bengkulu,” ungkapnya.

Mengenai anggota Brimob yang melaksanakan tugas BKO ke Papua, sejauh ini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, bahkan dalam waktu 1 bulan lagi semuanya akan kembali ditarik ke Polda Bengkulu lagi karena BKO memang hanya berlangsung 4 bulan.

“Kurang lebih 1 bulan lagi anggota kita yang BKO ke Papua akan kembali ke Bengkulu, untuk kesehatan hingga sekarang semuanya sehat dan tidak ada masalah,” ucapnya.

Selain itu, atas peristiwa ini juga, Tri menegaskan, hingga sekarang tidak ada perpanjangan masa BKO anggotanya akibat kontak senjata yang mengakibatkan Bery gugur tersebut. “Permintaan perpanjangan BKO belum ada hingga sekarang ini dan saya pastikan anggota Brimob saya pergi utuh sebanyak 200 orang, balik pun nantinya utuh sebanyak 200 orang,” tutupnya. (**)