Tiga Desa Nyaris Terisolir Longsor dan Kayu Tumbang Tutup Jalan

longsor di tanjung aur,Pino raya
IST/Bengkulu Ekspress
LONGSOR: Tanah longsor menutup badan jalan di Desa Tanjung Aur, Pino Raya, Minggu (10/6) malam.

PINO RAYA BENGKULU SELATAN, Bengkulu Ekspress – Akibat hujan deras yang melanda Bengkulu Selatan (BS) akhir-akhir ini telah menyebabkan tanah longsor, jika sebelumnya tanah longsor terjadi di Desa Pagar Gading, Pino Raya. Kali ini kembali terjadi tanah longsor di Desa Tanjung Aur dan kembang Seri, Pino Raya.

“ Dalam dua hari terakhir ini ada 3 desa dilanda longsor,” kata Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kapolsek Pino Raya, AKP Syafrizal SH.

Syafrizal mengatakan, dengan terjadinya longsor tersebut, badan jalan tertutup tanah. Tidak hanya itu, ada juga pohon tumbang. Akibatnya kendaraan kesulitan melintas. Longsor tersebut diperkirakan terjadi, Minggu (10/6) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun setelah mengetahui adanya longsor, pihaknya langsung menghubungi petugas alat berat. “ Setelah mengetahui tanah longsor, mobil alat berat langsung ke lokasi, malam itu juga arus lalu lintas kembali lancar,” ujarnya.

Syafrizal menambahkan, meskipun saat ini tanah dan kayu yang menimbun badan jalan sudah dievakuasi. Namun disekitar lokasi tanah diatas badan jalan sudah ada yang retak-retak. Dirinya khawatir jika hujan turun lagi, akan kembali menimbun badan jalan.



“ Jika hujan deras turun lagi, saya khawatir tanah longsor akan lebih besar dari kali ini,” imbuhnya.

Pelaksana tugas (plt) Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi SE MM setelah mengetahui ada longsor, langsung terjun ke lokasi. Melihat masih banyaknya material diatas tebing yang siap-siap melorot kembali, dirinya mengimbau pengendara yang melintas dapat lebih waspada. Pasalnya, jika tidak waspada, dirinya khawatir saat melintas, tanah longsor kembali. “ Pengendara yang mau melintas harus lebih waspada, saya khawatir jika hujan deras turun lagi, tanah akan longsor kembali dan menimbun apa saja yang ada dibawahnya termasuk para pengendara,” ujar Gusnan. (369)