Tidak Ada Tempat Bagi Teroris

petisi (1)
ERICK/BE
PETISI : Setda bersama Dandim 0409 RL, Wakapolres Lebong, Kajari dan para peserta upacara gabungan menandatangani petisi belasungkawa atas gugurnya anggota Brimob beberapa waktu yang lalu.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Maraknya aksi teroris ditanggapi tegas Komandan Kodim (Dandim) 0409 Rejang Lebong Provinsi Bengkulu (R/L), Letkol Kav Budi Wirman SSos. Menurutnya, tidak ada tempat bagi para teroris untuk hidup dan tumbuh di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tidak ada tempat sedikitpun bagi para teroris di negara yang kita cintai ini,” tegasnya, ketika menjadi inspektur upacara gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) LebongĀ Provinsi Bengkulu yang dipusatkan di lapangan upacara Kantor Bupati Lebong, kemarin (16/5).

Dandim juga mengajak, kepada seluruh masyarakat untuk tidak memosting gambar atau video pasca aksi terorisme yang telah menelan korban, karena penyebaran gambar atau video merupakan salah satu upaya dan siasat para terorisme untuk menyebarkan rasa takut kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Sejenak mari kita menundukan kepala untuk mendoakan saudara-saudara kita yang telah menjadi korban teroris,” ajaknya.

Selain itu, Dandim juga menegaskan bahwa aksi teroris yang mengatasnamakan agama sangatlah tidak benar atau tidak ada sama sekali ada kaitannya dengan agama, hal ini dikarenakan tidak ada satupun agama yang mengajarkan aksi terorisme. Untuk itulah dirinya mengajak seluruh umat beragama untuk selalu bersatu memerangi apa yang namanya teroris.

“Jangan sampai teroris tumbuh dan berkembang di daerah kita ini, mari kita satukan barisan untuk memeranginya,” ajak Dandim.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Setda) Lebong H Mirwan Effendi SE MSi, mengutuk keras atas aksi teroris yang telah menelan korban jiwa. UntukĀ  itulah dirinya mengajak seluruh undangan dan peserta upacara, mendeklarasikan menolak apapun bentuk teror di Indonesia serta bersama-sama menandatangani petisi sebagai bentuk belasungkawa atas gugurnya angota Polri yang tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob beberapa waktu yang lalu. “Kami mewakili masyarakat Lebong menolak apapun macam dan nama aksi teror,” tegasnya.(614)