Tidak Ada Penambahan Solar Bengkulu, Hanya Dikembalikan Kuota Semula

solar

“Kita mendengar tadi, keterangan petugas SPBU pada Juni diturunkan pasokan di SPBU-SPBU atas dasar pengurangan kuota dari BPH Migas. Tetapi karena terjadi kekurangan BBM di SPBU-SPBU, makanya ada kebijakan PT Pertamina, mengembalikan kuota BBM kejumlah normal seperti pasokan sebelum Juni. Kuota itu telah disalurkan 1 Juli, 10 dan 15 Ribu KL,” jelas Asisten II Setdaprov Bengkulu, Hj. Yuliswani kepada Bengkuluekspress.com saat peninjauan di beberapa SPBU di Kota Bengkulu, Selasa (16/7).

Yuliswani menjelaskan, penambahan kuota BBM yang dimaksudkan PT Pertamina di Juli ini mengembalikan kejumlah semula seperti kuota sepanjang Januari hingga Mei.
Pada Juni lalu ada pengurangan kuota untuk Bengkulu dari 104 KL ke 82 KL atas keputusan BPH Migas. Di bulan Juli ini, Pertamina menambah kuota dari 82 Ribu KL menjadi 104 Ribu KL.

“Penambahannya seperti itu, balik lagi ke kuota awal. Memang kuota BBM kita ini masih kekurangan. Nah inilah yang perlu kita perjuangkan bersama, bukan saja pemerintah daerah,” ujarnya.

Dilanjutkan Yuliswani, dari keterangan petugas SPBU, kuota BBM dikembalikan di SPBU yang masuk zonasi menjual BBM solar untuk angkutan, seperti truk serta angkutan orang dan mobil boks. Sementara, kuota BBM untuk SPBU yang tidak masuk zonasi menjual solar untuk angkutan belum dikembalikan kejumlah normal.

“Iya di sini tidak (SPBU KM 8,5), tapi di sana (SPBU KM 6,5) tadi ada. Karena disana masuk zonasi menjual BBM khusus solar untuk kendaraan angkutan. Kalau disini tidak masuk zonasi,” terang Yuliswani.

Masih kata Yuliswani, dari peninjauan di SPBU masih didapati antrean panjang kendaraan berbahan bakar solar. Meskipun, hari ini sudah diberlakukan penghapusan zonasi SPBU penjualan BBM. Selain itu, dari keterangan pembeli tidak ada dari mereka yang tidak mendapat BBM solar.

“Memang mereka harus mengantre beberapa jam baru mendapatkan BBM khususnya solar. Dari keterangan pembeli juga, BBM khususnya solar memang antrean hanya terjadi di Bengkulu. Itu tadi sopir mobil angkutan orang dari Bengkulu ke Jakarta, dia bilang kalau di Lampung tidak ada antrean,” katanya.

Sementara itu, Rio Nada, Pengawas SPBU KM 6,5 Kota Bengkulu mengatakan, kalau pada Mei, April itu 3 kali dalam seminggu 16 ton masuknya. Untuk bulan Juni itu setiap harinya masuk tapi 8 ton.

“Sekarang sudah kembali lagi 3 hari untuk 16 ton. Ya sudah kembali normal sebelum. Kalau idealnya untuk di SPBU KM 6,5 sekitar 21 ton per hari, namun tangki kita kompartemen itu 8 ton jadi kalau jadi kalau masuk tiga ton 24 ton itu kelebihan,” ungkapnya.

Selain itu, salah satu supir Bus angkutan umum antar kota Bobi saat mengantri mengeluhkan akibat kelangkaan bbm jenis solar di Bengkulu. Hal itu membuat keberangkatan mereka sering tertunda dalam beberapa minggu terakhir.

” Yah sering terlambat keberangkatan karena antrian panjang di SPBU,” singkat Bobi. (HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*