Tiada Kata Terlambat Menghafal Alquran

Ibu-ibu Wisuda Hafal Juz 30 Alquran

Endang/BE
Peserta program wisuda hebat untuk keluarga bermartabat diagendakan khusus untuk ibu-ibu hebat di Bengkulu.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Sabtu (10/4), Sekretariat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beralamat di Jalan Idragiri, Padang Harapan Kota Bengkulu, ramai. Ratusan kaum perempuan dewasa berseragam putih dan mengenakan selempang memadati gerbang pintu masuk partai bernuansa religius itu.

Mereka merupakan peserta wisuda tahfiz Alquran 5 juz, 4 juz dan mayoritas Juz 30. Meski usia tak lagi muda para ibu ini berhasil menghafal Alquran dengan berpegang pada keyakinan Tiada Kata Terlambat Menghafal Alquran. Hingga berhasil menghafal Alquran juz 30 dan diwisuda seperti anak-anak yang belajar Alquran di TPA (Taman Pendidikan Alquran).

Endang Suprihatin-Kota Bengkulu

Ketua BPKK, Sefti Yuslina S.sos MAp dalam sambutannya menuturkan, ”Alhamdulillah, setiap tahun masih ada semangat dari ibu-ibu yang ingin belajar Alquran sehingga jumlah yang diwisuda mengalami peningkatan.”

Setiba di lokasi, peserta wisuda program wisuda hebat untuk keluarga bermartabat diagendakan khusus untuk ibu-ibu hebat disambut panitia. Satu meja khusus panitia menyiapkan administrasi keperluan wisuda. Peserta wisuda pun wajib mengisi absen dan mendapatkan selempang tanda wisuda. Peserta wisuda berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari ibu rumah tangga, guru, jurnalis, aparatur sipil negara hingga pelaku usaha. Dengan jumlah peserta 103 orang dan wajib sudah menikah.

Sefty menuturkan, mengukur keberhasilan untuk menghafal AlQuran harus dengan tetap Istiqomah dengan amal dan ibadah. Terkadang orang menganggap menghafal Alquran itu sebagai beban. Padahal bukan seperti itu sebaiknya.

“Menghafal Alquran itu pandanglah sebagai kebutuhan, janganlah dianggap sebagai beban,” ucap Sefty mengajarkan

Sebanyak 103 orang ibu-ibu mengikuti prosesi wisuda penghafal 4 juz, 5 juz dan mayoritas penghafal juz 30 Alquran. Dipimpin Ketua BPKK Sefti Yuslina S.Sos MAp. Acaranya juga dihadiri Gubernur Bengkulu diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Foritha Ramadhani Wati, Anggota Dewan Perwakilan Wilayah PKS H Sujono, Dewan Pembina Yayasan Alfida H Dani Hamdani MPd, Pengurus Organisasi Perempuan Salimah, Aisyiah dan tamu undangan lainnya.

Perempuan yang akrab disapa odang itu menuturkan, program wisuda hebat untuk keluarga bermartabat diagendakan khusus untuk ibu-ibu hebat pada peringatan hari ibu pada 2020, karena prosesi covid-19 yang memuncak prosesi wisuda ditunda dan barulah diselenggarakan Sabtu (10/4), bertepatan dengan memperingati hari Kartini sekaligus menyambut bulan suci Ramadan.

“Program ini bersinergi dengan program pemerintah. Peserta kebanyakan ibu rumah tangga, aparatur sipil negara memang tidak boleh mendukung partai, tetapi boleh ikut wisuda Quran,” tegasnya.

Pada wisuda kali ini, diketahui ada dua orang yang berhasil menghafal lima juz, 4 juz dan mayoritas juz 30. Odang berpesan dengan perjuangan yang luar biasa mereka yang telah diwisuda berhasil menyelesaikan hafalannya diharapkan dapat dipertahankan.

“Hafalan itu mudah hilangnya, diharapkan para peserta tetap Istiqomah dan menjaga dan menambah hafalannya,” pesannya.

Disisi lain Ketua Dewan pimpinan wilayah PKS H Sujono mengapresiasi perjuangan para peserta wisudawati yang mayoritas sudah tidak muda lagi. Dengan diwisudanya para ibu-ibu ini menjadi motivasi bagi para generasi muda, agar lebih semangat untuk mengejar ketertinggalan hafalannya dari yang lebih tua.

“Walau tua tetap semangat, salut saya dengan semangat para ibu-ibu. Dalam keluarga ibu menjadi sosok bekal membangun keluarga hebat, karena mempersiapkan diri menjadi teladan bagi anak dan keluarganya, karena keluarga merupakan pondasi ketahanan bangsa dan negara,” imbuhnya.

Sujono menyadari diusia yang tidak muda menjadi tantangan dalam menghafal. Proses menghafal diusia sepuh, pasti lebih susah. Seperti pribahasi “Belajar Diwaktu Kecil Bagaikan Mengukir Diatas Batu, Sedangkan Belajar Diwaktu Dewasa Bagaikan Mengukir di Atas Air” Artinya sesuatu yang diajarkan dan dibiasakan semenjak dini akan melekat akan menjadi kebiasaan sampai tua. Sebaliknya jika dibiasakan ketika sudah tua maka itu sulit melekat sebagai kebiasaan.

“Mari kita tetap berusaha menjadikan generasi kita lebih banyak belajar,” pintanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak Keluarga Berencana Foritha Ramadhani Wati menutukan, ia sangat mendukung program wisuda Quran yang diselenggarakan PKS bekerjasama dengan Rumah Quran. Kegiatan ini berperan membumikan Alquran ibu-ibu, sepatutnya bersyukur karena akan muncul sosok penghafal Quran di rumah, tetangga shg bisa membawa perubahan bkl lebih baik.

“Agar wisuda Quran dapat dilakukan setiap tahunnya. Semoga dapat dipertahankan ditingkatkan,” imbuhnya.

Pantauan BE di lokasi wisuda di sekretariat PKS tersebut, pada bagian kanan pintu masuk terdapat papan nama bertuliskan “Selamat dan Sukses Wisuda Tahfidz”. Kegiatan wisuda ibu-ibu penghafal juz 30 Alquran itu diselenggarakan Bidang Perempuan Ketahanan Keluarga PKS berkerjasama dengan Rumah Quran Indonesia wilayah Bengkulu. Tenda putih orange disertai hiasan rangkaian bunga menambah semarak lokasi wisuda.

Prosesi wisuda ditengah pandemi mengedepankan protokol kesehatan, sebelum masuk ke lokasi, wisudawati dicek suhu tubuh dan wajib mengenakan masker dan cuci tangan. Guna mencegah penyebaran covid-19.

Usai kegiatan ceremoni, satu persatu peserta dipanggil ke panggung, untuk menerima sertifikat. Tidak berhenti disana, kelompok pengajian Niswa Soliha melanjutkan kegiatan wisuda dengan Tasyakuran dan Tarhib Ramadan dibawah murobbi Ustazah Dinilah SPdi. Dalam momentum tersebut dimaknai sebagai pererat silahturahmi dan pemberian survenir dari para sponsor, sekaligus doa bersama menyambut bulan Ramadan. (**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*