Tewas Tergantung di Pohon Sirsak

SELUPU REJANG, BE – Warga Desa Kayu Manis Kecamatan Selupu Rejang sekitar pukul 05.30 WIB kemarin mendadak heboh. Ini setelah ditemukan sesosok mayat yang tergantung di pohon sirsak.
Korban diketahui bernama Irawan (32) warga sempat yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Pada saat ditemukan kondisi jasad korban sudah kaku, lidah menjulur dengan seutas tali beronang terikat erat menjerat leher korban.

Pohon sirsak tersebut berada di tegah sebidang tanah kosong yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah kontrakan sederhana yang dihuni oleh korban dan istrinya. Irawan pertama kali ditemukan tidak bernyawa oleh Puteri (20) yang tidak lain tetangga korban, saat sedang membuka jendela rumah panggung yang ditempatinya. Pada saat ditemukan korban mengenakan jaket hitam, baju kaos hijau serta celana levis dengan tubuh sudah kaku dengan lidah menjulur. Hanya saja, kaki korban sudah menyentuh tanah.
Sontak saja, Puteri kaget melihat tubuh kaku tetangganya itu dan lansung menghubungi keluarganya dan warga sekitar lokasi kejadian. Warga yang melihat langsung tubuh korban tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak berani langsung mengevakuasi korban. Sehingga jasad korban sempat tergantung lama di pohon sirsak, lantaran menunggu polisi datang.
Akhirnya, sekitar pukul 07.00 WIB karena terlalu lama, orang tua korban yang tidak tega melihat kondisi korban langsung mengevakuasi tubuh kaku Irawan dari pohon sirsak, dan segera membawa jasad korban ke rumah berdinding bilai bambu berukuran 6 x 6 meter yang ditempati korban. “Tubuh korban sempat tergantung lama, bahkan istri korban sempat histeris mencoba memeluk tubuh suaminya. Namun kali larang dan kami bawa ke rumah duka, sambil menunggu polisi untuk mengevakuasi korban. Hanya saja sebelum polisi datang keluarga memaksa mengevakuasi korban yang sudah cukup lama berada dibawa pohon sirsak itu,” terang beberapa warga ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Pantauan wartawan, Yuni (30) istri korban sempat terbaring lemas melihat kondisi suaminya yang sudah meregang nyawa. Beberapa warga mencoba menenangkan tekanan psikologi yang cukup berat dihadapi oleh Yuni. Tidak menunggu lama, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk membawa jasad korban ke Kelurahan Karang Ayar, tempat tinggal orang tua korban. Usai sholat Zuhur, korban segera dimandikan untuk dimakamkan di TPU Desa Kesambe Lama, tampa sempat dilakukan visum.

Kades Kayu Manis Rahmatin dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian membenarkan terkait peristiwa bunuh diri tersebut. “Warga menghubungi saya sekitar pukul 06.00 WIB, selanjutnya kami langsung menuju pohon sirsak tempat korban gantung diri. Kami tidak berani bertindak mengevakuasi korban karena menunggu polisi. Hanya saja keluarga meminta korban tidak terlalu lama tergantung di pohon tersebut.” terangnya.

Kades mengaku, warga terbilang orang yang cukup ceria, bahkan sangat ramah dengan warga dan anak-anak di Desa Kayu Manis. “Kalau masalah dengan tetangga mungkin tidak ada, kemungkinan ada masalah dalam keluarga korban, kita tidak tau. Kondisi keluarga masih shock sehingga kami tidak berani menanyakan lebih jauh. Hanya saja, saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegasnya. (999)