Tetap Ingin Mengabdi

Pasca Bebas Junaidi Hamsyah (Mantan Gubenur Bengkulu)

Telah menjalani hukuman penjara 1 tahun 5 bulan, tak membuat pamornya hilang. Sehari pasca bebas, jadwal ceramah langsung padat. Ini bukti mantan Gubernur Bengkulu ke-8 ini, masih dirindukan banyak masyarakat.

Berikut DIALOG BAROMETER, Iyud Dwi Mursito, Pemred Harian Bengkulu Ekspress, bersama Ustadz H Junaidi Hamsyah SAg MPd

Perasaannya bapak bagaimana setelah kembali ke masyarakat?
UJH: Saya bisa kembali kumpul dengan keluarga setelah melalui beberapa proses 1 tahun 5 bulan, dimana proses Warga Binaan Pemasyarakat itu ada yang bersyarat dan bebas murni, saya termasuk yang bersyarat, dengan pembebasan yang bersyarat itu, saya diawali dengan asimilasi dengan beberapa hari di Pesantren Pancasila dan pada 27 Desember lalu saya bisa kembali berkumpul bersama Keluarga.

Infonya Jadwal Ceramah langsung padat setelah keluar dari Rutan?

UJH: Dari awal sebelum pulang ke Rumah dan ketika saat asimilasi, saya sudah hampir setengah bebas hanya tidur saja di Malabero dan siangnya saya beraktivitas di Pesantren Pancasila, sambil mempromosikan pesantren, saya juga sudah update status dan mengimformasikan. Mulailah permintaan ceramah ini mengalir, dan saya bilang saat ini belum bisa melayani saya baru bisa kembali ditengah masyarakat diatas tanggal 27 Desember 2018.
Ketika saya pamit dengan Gubernur, besok saya pulang bebas bersyarat, dan Pak Gubernur langsung menjawab Alhamdulillah dan Malamnya kita langsung Tahzia.

Apa Aktivitas yang dilakukan selama di Rutan Malabero Bengkulu?

UJH: Namanya kita ditahan di Lembaga Pemasyarakatan tidak ada aktivitas sama sekali, hanya makan tidur. Cuma Saya melihat bahwa mereka ini butuh motivasi agar bisa melaksanakan ibadah, mungkin sebabnya tidak ada yang mengajak, mungkin juga disisi lain ketidakpahaman atau belum paham.

Nah mulai saya gerakkan waktu itu, Kas masjid kita kosong, kita mencoba membuat nomor rekening yang pemilik rekening tersebut adalah pegawai rutan malabero sendiri dan kita mintakan kawan dari rutan untuk menyumbangkan ke Rekening akhirnya bisa membangun masjid itu dengan dua kamar disamping mihrab kiri dan kanan dimana satu kamar untuk penjaga masjid dan satu untuk gudang.

Dimana kas masjid pada saat saya tinggalkan sudah terkumpul Rp 16 jutaan. Kemudian ambal di Masjid juga diganti, bukan dari beli tetapi kawan menyumbangkan. Selain itu, Alquran yang sudah lusuh kita singkirkan dan diganti dengan yang baru begitu juga iqrok.

Selain itu, ini bahasa saya, masjid yang penuh di dunia ini hanya ada tiga, satu masjid nabawi, kedua Masjidil haram, dan Ketiga Masjid di Rutan Malabero bisa dilihat waktu ashar dan Dzuhur selalu penuh.

Apakah sebelum kita lakukan aktivitas tersebut banyak orang yang sholat di Rutan Malabero?

UJH: Waktu saya baru masuk, yang sholat Jum’at saja baru tiga shaf. Artinya kawan-kawan ini, butuh untuk diajak, butuh untuk disentuh. Bahkan saya selalu memposisikan tidak usahlah memanggil dengan mantan-mantan Gubernur, itu sudah dan status kita disini sama. Artinya mereka melihat kita tidak ingin dihormati, saya biasa saja misalnya ada orang besuk harus ditempat khusus saya nyampur dengan mereka. Dengan cara seperti itu lebih mudah kita masuk kepada mereka. Dan ketika kita ajak mereka untuk ibadah lebih mudah dan andaikata di izinkan sholat lima waktu pasti penuh di masjid itu. Tetapi yang namanya rutan ada keterbatasan dimana hanya boleh Dzuhur dan Ashar. Tetapi kalau magrib, Isha, Subuh, biasanya dikamar masing-masing.

Infonya ada Pelatihan Shalat Jenazah disana Pak?

UJH: Iya, itu dalam dakwah kita mengajarkan yang memang ketemu di masyarakat, contohnya praktek wudhu, dimana selama ini kita terdoktrin wudhu itu sah dimana air itu dua kulah yaitu 60 kali 60, tinggi 60 lebar 60 panjang 60, kalau kurang dari itu wudhu tidak sah, padahal hanya dengan segelas air aqua kalau tidak ada air itu sah untuk berwudhu. Pemahaman seperti ini kadang tidak sampai kepada mereka termasuk juga cara memandikan jenazah sampai cara mengafankan janazah, andaikata mereka menyimak mereka pasti paham. Paling tidak, tidak buta betul, karena selama ini jangankan mencoba saja belum pernah. Apa susahnya memandikan jenazah, perkara niat karena tidak bisa bahasa arab kan bisa bahasa Indonesia.

Selain itu, setiap minggu kami juga ada pengajian dan mudah-mudahan sekarang masih berjalan dari jam setengah 11 sampai jam 12 siang. Kita suruh mereka bebas bertanya untuk supaya mereka jelas. Dan saya juga sempat mengislamkan satu orang.

Bapak kan Mantan Wakil Gubernur dan Mantan Gubernur harus tinggal disana 1,5 tahun, awal-awalnya merasa shok atau frustasi tidak disana?

UJH: Namanya kita masuk ke Lembaga Pemasyarakatan siapapun kalau ditanya siap pasti tidak siap, kalau dinyatakan shok pasti kita shok hanya saja hidup yang kita jalani ini tidak untuk kita sesali tetapi kita jalani. Ketika awal saya masuk pertama di titipkan di Pengenalan Lingkungan (Penaling), alhamdulillah respon dari kawan-kawan yang telah masuk duluan itu luar biasa, sebanyak 20 kepala kamar itu menggalang tanda tangan meminta kepala Rutan untuk mengeluarkan saya dari Penaling. Tahanan baru biasanya disana seminggu, surat diajukan ke Karutan. Saya dipanggil Karutan dan ini surat dari seluruh kepala kamar bapak diminta untuk keluar dan tidak lagi di Penaling.

Karena jam 2 itu masuk 5 orang tipikor dari Manna Bengkulu Selatan, Saya masuk Jam 4, saya tanya dengan Ka Rutan, kalau saya keluar yang 5 ini keluar belum? Belum pak yang diminta cuma bapak, kalau belum saya mohon dengan hormat. Saya tidak mau nanti saya keluar sekamar lagi dengan orang 5 ini. Daripada rasa tidak enak seperti itu dan membuat sekat-sekat seperti itu, walaupun itu bukan keinginan saya tetapi keinginan warga binaan tetap saya menjaga perasaan dan saya jalani satu minggu di Penaling.

Di Kamar itu bersama siapa saja pak?

UJH: Kamar itu normatif artinya normatif kalau dapat kiriman dari Polres dan Kejari maka otomatis kamar itu menambah dan kalau over kapasitas biasanya dikirim ke Bentiring, tetapi kadang kamar juga sepi karena kasus sepi tetapi ada kalanya mencapai 24 per kamar. Dengan posisi kamar yang sama besar, kita harus menikmati itu.

Selama di Rutan keluarga tetap sering menjenguk?

UJH: Saya sangat berterimakasih kepada keluarga terkhusus kepada istri saya karena nyaris tidak ada seharipun dia terlambat mengantar nasi kecuali dia sedang pergi ke luar negeri seperti Korea Selatan dan Ibadah Haji ke Mekkah. Tetapi dia sudah menyiapkan katering untuk saya kadang juga keluarga yang tetap mengantar dan berganti-gantian keluarga yang besuk.

Menyikapi Tuduhan soal korupsi yang menyebabkan bapak masuk Penjara itu bagaimana?

UJH: Saya katakan dari awal dulu, sebagai warga negara yang baik kita harus menghormati hukum. Yang membuat saya kuat adalah masyarakat juga tidak terima kalau saya dibilang koruptor, saya dibilang karena faktor ketidaktahuan saya, karena faktor x dan sebagainya. Masyarakat sudah paham, bahkan yang dituduhkan kepada saya sebesar Rp 309 itu juga tidak terbukti.

Hanya saja ada pengakuan staff saya sebanyak Rp 32 juta, tetapi saya tidak pernah menerima itu, dan tidak ada bukti-bukti saya menerima. Proses hukum sudah kita jalani, apapun yang jelas masyarakat tau saya kembali dalam dakwah. kalau saya koruptor maka tanggapan masyarakat akan sangat berbeda tetapi sampai saat ini masyarakat sangat mengapresiasi dan mengharapkan saya untuk kembali berbaur dengan masyarakat.

Apakah ada persaan menyesal menjadi Gubernur Bengkulu?

UJH: Kalau kita lari dari politik itu menyebabkan kita harus membiarkan orang lain menikmati, yang paham islam, islam tidak anti politik, bahkan fiqih kita ada fiqih syiasa atau fiqih politik. Kalau menyesal masuk penjaranya semua orang pasti menyesal, tetapi kalau menyesal dengan sesuatu yang telah kita laksanakan maka itu sesuatu yang tidak baik.

Kita ambil semuanya sebagai pelajaran bahwa yang baik akan berakhir dengan baik dan ini adalah pelajaran bagi saya dan yang berikut-berikutnya. Tapi yang jelas kita tidak harus menyerah dengan kondisi yang ada khususnya umat islam sudah mulai bangkit bahkan pada saat tahun baru kemarin tidak ada yang merayakan, ini tandanya umat islam momentnya sudah bangkit.

Apakah kedepan sudah ada perencanaan di dunia politik?

UJH: Jangan dikira bahwa saya tetap berpolitik ingin jadi gubernur kembali, bukan itu maknanya, kalau orang-orang islam tidak mau tampil nanti yang tampil mohon maaf adalah orang yang tidak tau islam. Ketika yang tampil adalah yang tidak paham islam, kita tidak bisa menuntut. Mari yang paham islam ini kita harus berbuat, mana ada Perda kita yang mendukung islam.

Saya pernah membuat Perda dulu bahwa anak sekolah kelas 3 kebawah anak SDMI tidak usah melakukan muatan lokal kecuali metode iqrok. Saya pikir metode iqrok selama tiga tahun kelas 1, 2, dan 3 saya pikir mereka akan paham baca tulis.

Karena mereka ini lemah dan tidak didukung oleh orang yang paham akhirnya mentah. Perda Zakat sampai sekarang belum terbentuk padahal di Bengkulu ini hampir 90 persen adalah islam. Coba ada Perda Zakat. Zakat ini akan dikumpulkan dan tentu banyak membantu orang. Bukan semata-mata balik ingin jadi Gubernur tentu tidak.

Mengingat hak politik tidak dicabut, Apakah ada rencana jadi DPR ataupun DPD kedepannya?

UJH: Dalam waktu yang dekat ini saya fokus ke dakwah dulu, saya belum fokus ke sana. Mungkin dukungan yang dimaksud sangat susah, apakah mereka senang karena faktor x atau faktor dakwah.

Selain dakwah, apakah aktivitas mengajar masih dilakukan?

UJH: Mengajar masih, Asimilasi saya di Pesantren Pancasila kemarin jika dibutuhkan akan membantu Pesantren atau ditempat lain.

Selain mengajar, Ceramah sampai Bulan Puasa kabarnya sudah penuh?

UJH: Alhamdulillah, saya tidak bisa mengelak karena masyarakat sudah meminta jadwal Ramadhan diantaranya yang sudah terdata itu di Masjid Nurul Haq simpang Bumi Ayu, Masjid Bandar Raya, Masjid Akbar, Mashola Ar Tursina, Jadwal Nuzul Quran sudah terdata di 3 masjid, Falahul Azhar, Masjid At Taqwa, dan Masjid Al Isra.

Sementara jadwal Ramadhan yang kosong tinggal 2 atau tiga lagi. Saya tidak bisa mengelak, saya pikir masyarakat sebelum 6 bulan Ramadan sudah dijadwalkan sekarang nah ini hak pengurus masjid. Alhamdulillah respon masyarakat masih bagus dan kita harus merespon dengan baik. (999)