Tertutup Mendung, Hilal Tak Tampak

Budhi//BE
PANTAU : Kepala Kantor Kemenag Provinsi Bengkulu, H Bustasar bersama tamu undangan saat melakukan pemantauan Rukyatul Hilal yang berlangsung di Mess Pemda Provinsi Bengkulu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com-Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Selasa (21/7) sore sekitar pukul 18.00 WIB melakukan pemantauan Rukyatul Hilal, untuk menentukan datangnya bulan Zulhijah 1441 Hijriah. Namun hal tersebut gagal, lantaran tertutup awan mendung. Pemantauan hilal sendiri berlangsung di Mess Pemda Provinsi Bengkulu. “Tidak bisa meihat hilal karena cuacanya mendung sekali. Tetapi saat ini (kemarin, red) Kemenag pusat akan melakukan sidang isbat untuk menentukan tanggal 1 bulan Zulhijahnya,” kata Kepala Kantor Kemenag Provinsi Bengkulu, H Bustasar, kemarin (21/7).

Terkait tidak tampaknya hilal di Provinsi Bengkulu tersebut, dirinya sudah melaporkannya kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan kapan hari Raya Idul Adha nantinya. “Untuk hasilnya juga sudah kita laporkan ke Kemenag RI, sebagai pertimbangan jika di Provinsi Bengkulu, hilal tidak terlihat akibat awan mendung,” ucap Bustasar.

Selain itu, Bustasar mengatakan, dalam pemantauan rukyatul hilal hari ini (kemarin, red), pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada, seperti antara area orang yang melakukan rukyat dan lokasi undangan harus dibatasi atau jaga jarak. Sebelum memasuki lokasi pemantauan, semua peserta harus diukur suhu tubuhnya dan wajib menggunakan masker.

“Ini harus kita lakukan dan terapkan sesuai instruksi dari Kementerian Agama pusat, terutama dalam masa pendemi covid 19,” tuturnya.

Dikesempatan ini juga, Bustasar mengatakan, untuk pelaksanaan salat Idul Adha nantinya dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada dan harus mengikuti protokol kesehatan. “Kita minta setiap masjid harus menerapkan protokol kesehatan, seperti antara jema’ah harus ada jarak, menggunakan masker serta kita minta khotbahnya pun jangan panjang-panjang, pendek saja dan yang terpenting hindari dulu untuk bersalaman dengan berjabat tangan,” kata Bustasar.

Ia berharap, hal tersebut harus bnenar-benar diterapkan dan dilakukan semua masjid yang ada di Provinsi Bengkulu agar bisa terhindar dari penyebaran covid 19 atau virus korona. “Ini tujuannya hanya satu, untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona saat menjalankan salat Idul Adha,” tutupnya. (529)