Tertinggi Rp 38 Ribu, Terendah Rp 25 Ribu

IRUL/Bengkulu Ekspress RAPAT: Kemenag Kaur bersama MUI dan instansi terkait saat menggelar penentuan zakat fitrah Kabupaten Kaur tahun 2019 di aula Kemenag Kaur, Selasa (21/5).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kaur bersama MUI Kaur, dan sejumlah pihak terkait resmi menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1440 H atau tahun 2019. Dimana hasil rapat yang digelar diaula Kemenag Kaur Selasa (21/5) kesepakatan yang ditetapkan untuk standar zakat fitrah tertinggi Rp 38 ribu dan terendah Rp 25 ribu.

“Penetapan besaran zakat fitrah ini berdasarkan survei standar harga beras yang biasa dikonsumsi masyarakat Kaur. Untuk yang biasa mengkonsumsi beras terbaik tentu zakat fitrahnya yang tertinggi. Begitu juga untuk yang menengah dan terendah,” kata Kepala Kemenag Kaur Kaur Drs Zainal Abidin MH saat memimpin rapat penentuan zakat fitra, kemarin (21/5).

Dikatakannya, penetapan nilai zakat fitrah dengan standar ukuran makanan pokok berupa beras itu diputuskan berdasar hasil rapat atau musyawarah di Kantor Kemenag Kaur. Dimana sebagai patokan harga beras di pasaran dalam Kota Bintuhan, pihaknya mengambil sumber dari Disperindag Kaur. Patokan harga beras yang diambil adalah harga pada pekan pertama Ramadan 1440 H. Beras berkualitas rendah Rp 25 ribu dan beras berkualitas sedang Rp 30 ribu.

Serta beras berkualitas tinggi Rp 38 ribu. Penetapan uang tunai sebagai pengganti beras. Hal ini berdasarkan harga beras di pasaran dari harga tertinggi sampai ke harga beras terendah. Selain itu, penetapan berdasar daftar harga rata-rata beberapa harga bahan pokok pangan di Kaur. Meskipun pihaknya telah menentukan nilai rupiah zakat fitrah yang harus dibayarkan, masyarakat tetap boleh membayar zakat fitrah dengan beras.

“Zakat fitrah menjadi tiga kategori, untuk beras jenis mangis dan sejenisnya itu Rp 38 ribu, beras jenis IR dan senjinsnya Rp 30 ribu dan beras raskin dan senjisnya Rp 25 ribu. Untuk pembayaran zakat ini boleh dibayar pakai uang dan juga boleh dibayar dengan mengunakan beras, kedua-duanya tetap sah,” terangnya.

Ditambahkannya, pembayaran zakat fitrah sebaiknya diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) atau Badan Amil Zakat (BAZ) yang ada di lingkungan masing-masing. Ini dimaksudkan, agar asnaf yang delapan, diantaranya fakir, miskin, Ibnu Sabil, Fisabilillah, muallaf, Ghorim dan Amil dapat menerima zakat fitrah secara merata. Juga pembayaran zakat fitrah ini dapat dilakukan mulai 1 Ramadhan hingga 1 Syawal. Sebaiknya zakat fitrah diberikan sebelum hari raya Idul Fitri tiba.

“Yang berhak menerima zakat tersebut ada dimasing-masing tempat pengumpulan zakat fitrah, dan usahkan salurkan zakat melalui BAZ agar merata yang mendapatkanya,” terangnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemda Kaur Robi Antomi S P juga menyampaikan, dengan adanya penetapan kadar zakat fitrah, lebih cepat ini dimaksudkan agar memudahkan kaum muslim dalam memilih besaran kadar zakat fitrah yang hendak dilakukan.  “Mewakili Pemerintah Kabupaten, kita berharap keputusan ini dapat mempermudah umat dan makin menggelorakan semangat berbagi dibulan yang penuh rahmat dan berkah ini,” harapnya.(618)