Tertimpa Kayu, Petani Tewas

EVAKUASI : Warga bersama anggota kepolisian ketika mengevakuasi jasad korban yang tewas akibat tertimpa kayu dari kebun untuk dibawa ke rumah duka, kemarin (20/3).
EVAKUASI : Warga bersama anggota kepolisian ketika mengevakuasi jasad korban yang tewas akibat tertimpa kayu dari kebun untuk dibawa ke rumah duka, kemarin (20/3).

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Tidak pulang kerumah setelah berangkat ke kebun pada hari Senin (19/3), Aprizal (32) warga Kelurahan Turan Lalang Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong ditemukan warga tewas tertimpa kayu.

Petani tersebut tewas di perkebunan miliknya di kawasan Desa Turan Tiging, dengan kondsi luka robek dan retak di bagian kepala. Data terhimpun, pada hari Senin (19/3) pagi korban Aprizal berangkat dari rumah menuju kebun miliknya yang berada di kawasan Desa Turan Tiging.

Namun hingga malam hari korbanpun belum pulang. Sehingga warga setempat mencoba mencari korban di sekitaran rumah tetapi tidak juga ditemukan. Sehingga sekitar pukul 03.15 WIB (20/3) dini hari, pihak keluarga dan warga setempat mendatangi Polsek Lebong Selatan memberitahukan perihal belum pulangnya korban ke rumah. Selanjutnya dilakukanlah pencarian di kebun korban. Setelah melakukan pencarian sekitar pukul 04.40 WIB subuh akhirnya warga dan anggota kepolisian menemukan korban sudah tidak bernyawa karena tertimpa pohon kayu yang telah mati. Mengetahui hal tersebut akhirnya korban langsung dievakuasi menuju rumah duka.

Kapolres Lebong, AKBP Andre Ghamaa Putra SH SIk melalui Kapolsek Lebong Selatan, AKP Teguh Ariaji SIk mengatakan, bahwa pada saat ditemukan korban tertimpa kayu. Diperkirakan pada saat kejadian korban sedang merumput, di dekat pohon yang telah mati dan langsung menimpa kepala korban yang mengakibatkan korban luka robek serta retak dibagian kepala.

“Pada saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa lagi dan langsung dievakuasi,” jelasnya, kamarin (20/3).Pada saat akan dilakukan visum, pihak keluarga korban menolak dengan alasan bahwa korban murni meninggal dunia karena tertimpa kayu. Untuk itulah dibuat surat pernyataan atas kerelaan pihak keluarga atas meninggalnya korban.

“Karena pihak keluarga menolak, jadi kita buat surat pernyataan, walaupun kita sudah membawa kayu yang menimpa korban sebagai alat bukti,” ujarnya.
Walaupun demikian, untuk mengetahui secara pasti pihak kepolisian akan tetapi melakukan penyelidikan atas kasus yangtelah menimpa korban, apakah murni tertimpa kayu atau ada unsur yang lain.

“Ya, kita tetap melakukan penyelidikan atas peristiwa ini,” tutupnya. (614)