Tertibkan PKL PPN Panorama

RUDI - Perlahan, para PKL PPN Panorama kembali menguasai jalan. Anggota DPRD Kota, Nuharman SH, meminta agar Pemda Kota tegas untuk melakukan penertiban.BENGKULU, BE – Penuh dan sesaknya jalan raya di sekitar Pasar Percontohan Nasional (PPN) Panorama membuat Wakil Ketua II DPRD Kota, Nuharman SH, bereaksi. Katanya, Pemda Kota harus bersikap tegas dengan cara melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas jalan tersebut.
“Kita sudah gagal dalam meraih adipura. Jangan sampai gagal lagi. Lihat saja, jika melewati jalan itu kondisinya sudah sangat semrawut,” kata dia, baru-baru ini.
Dicontohkannya kondisi jalanan di Jalan Kedondong dan Jalan Belimbing saat ini telah dikuasai kembali oleh para PKL. “Tidak hanya masalah mereka kembali berjualan dan menguasai jalanan, tapi juga persoalan-persoalan lain seperti kasus-kasus yang sempat mencuat dihadapan publik harus segera Pemda Kota tuntaskan,” ujarnya.
Mengenai upaya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) PPN Panorama, dijelaskan Nuharman bahwa pihak DPRD Kota tidak serta merta membatalkan rencana tersebut. Melainkan, kata dia, pihaknya masih menunggu itikad baik yang diperlihatkan Pemda Kota untuk terlebih dahulu menyelesaikan semua persoalan yang terjadi di pasar ini.
“Pansus belum dibatalkan. Kita masih menunggu pihak Pemda Kota untuk turun tangan menyelesaikan berbagai persoalan di sana sampai adanya kepastian mengenai bakal cairnya dana tahap ketiga. Kalau dana tahap ketiga itu sudah pasti tidak cair, maka pembentukan Pansus akan kita teruskan,” paparnya.
Namun apabila dana ketiga cair, sambungnya, pihak DPRD Kota akan mengurungkan niat untuk membentuk Pansus tersebut. “Yang jelas jangan sampai kondisi pasar itu dibiarkan semerawut dan tidak jelas,” tandasnya.
Ia pun meminta kepada Pemda Kota untuk memberikan perintah tegas kepada Satpol PP agar bertindak melakukan penertiban sebelum menjadi preseden bahwa Pemda Kota membiarkan para PKL berjualan di badan jalan. “Ketentraman dan kenyamanan para pengguna jalan menjadi terganggu karena pembiaran semacam ini,” pungkasnya. (009)